KENDAL, Wawasannews.com – Sebanyak 93 peserta Pelatihan Vokasi Nasional Semester II Tahun 2026 di Kabupaten Kendal dinyatakan lulus 100 persen. Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal tersebut menjadi salah satu upaya menyiapkan pencari kerja agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri.
Peluang memasuki dunia kerja terbuka setelah tujuh perusahaan dari berbagai sektor menyatakan kesediaan menerima lulusan sesuai kebutuhan tenaga kerja. Namun, keberhasilan program ini selanjutnya ditentukan oleh kemampuan alumni memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mendapatkan pekerjaan maupun merintis usaha mandiri.
Penutupan pelatihan berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Disperinaker Kendal, Senin (26/10/2026).
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, kelulusan seluruh peserta diharapkan menjadi awal bagi mereka untuk memasuki dunia kerja. Terlebih, sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Kendal (KIK) telah menyatakan komitmen untuk menyerap tenaga kerja dari lulusan pelatihan.
“Alhamdulillah, sebanyak 93 peserta lulus semuanya. Harapannya, mereka bisa diterima bekerja karena beberapa perusahaan di KIK sudah berkomitmen menyerap dan merekrut para lulusan ini,” ujarnya.
Menurutnya, peserta tidak boleh berhenti hanya setelah memperoleh sertifikat pelatihan. Keterampilan yang telah dipelajari perlu diterapkan agar memberikan manfaat nyata bagi masa depan mereka.
Karena itu, pemantauan dan evaluasi terhadap alumni juga diperlukan untuk mengetahui sejauh mana hasil pelatihan dimanfaatkan, baik untuk bekerja di perusahaan maupun membuka usaha secara mandiri.

“Jangan sampai setelah lulus justru tidak terserap atau hanya sekadar mencari ilmu, tetapi tidak memanfaatkannya. Kami berharap seluruh alumni benar-benar menggunakan keterampilan yang sudah diperoleh,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan para lulusan agar membangun kedisiplinan, loyalitas, dan etos kerja. Menurutnya, kemampuan teknis perlu didukung sikap kerja yang baik agar peserta mampu menghadapi persaingan di dunia industri.
Kepala Balai Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang, Fikri Kurniakiki, menjelaskan, pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis. Program tersebut juga diarahkan untuk mempersiapkan peserta agar mampu bekerja atau mengembangkan usaha sendiri.
Tujuh perusahaan menyatakan kesediaan menerima lulusan sesuai bidang keahlian. Pada bidang menjahit, perusahaan yang terlibat meliputi PT Eclat Textile, PT Sitoy Leather Indonesia, PT Sioen Semarang, dan PT Golden Textile.
Sementara itu, bidang otomotif didukung PT Beurer Indonesia. Bidang pengelasan melibatkan PT Roda Maju Bahagia, produsen sepeda Element, sedangkan bidang elektronika melibatkan PT Maju Bersama Gemilang yang bergerak di sektor kabel optik.
Kepala Disperinaker Kendal Ardhi Prasetyo mengatakan, pelatihan berlangsung selama 23 hari dengan total 180 jam pelajaran. Materi pembelajaran terdiri atas 30 persen teori dan 70 persen praktik, dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Lima bidang keterampilan yang diajarkan meliputi menjahit, operator garmen, elektronika, otomotif, dan teknik las. Para lulusan juga berkesempatan mengikuti uji sertifikasi kompetensi untuk memperkuat pengakuan atas keterampilan yang dimiliki.
“Kompetensi saja tidak cukup. Mereka harus mempunyai sikap kerja yang baik dan mampu bertahan di pekerjaan. Selain itu, harus terus mau belajar karena dunia industri selalu berubah,” pesannya. (Red)






