JAKARTA, Wawasannews.com – Dunia olahraga Indonesia berduka atas wafatnya pendiri Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi), Indra Kartasasmita, yang meninggal dunia pada Rabu pukul 01.29 WIB di Jakarta. Kepergian tokoh pelopor ini meninggalkan warisan panjang bagi perkembangan olahraga kempo di Tanah Air.
Di kutip dari antaranews.com, Kabar duka tersebut disampaikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia. Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di Honbu atau Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Perkemi di Pondok Gede, Jakarta.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian sosok yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun fondasi olahraga kempo di Indonesia.
Menurutnya, almarhum tidak hanya menjadi pendiri organisasi, tetapi juga sosok pembina yang konsisten mengawal perkembangan atlet hingga akhir hayatnya. Semangatnya dalam memajukan olahraga tetap terlihat, bahkan saat kondisi kesehatan menurun.
“Almarhum mendirikan PB Perkemi dan terus aktif dalam proses pembinaan atlet hingga akhir hayatnya,” ujar Marciano.
Indra Kartasasmita dikenal sebagai salah satu tokoh penting yang membawa kempo berkembang dari komunitas kecil menjadi cabang olahraga yang diakui secara nasional. Bersama sejumlah tokoh lainnya, ia mendirikan organisasi kempo pada 2 Februari 1966 yang kemudian berkembang menjadi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia.
Perjalanan panjang tersebut membuahkan hasil ketika kempo mulai dipertandingkan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada 1970, sebelum akhirnya resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) 1977 di Jakarta.
Tak hanya di tingkat nasional, Perkemi juga aktif di kancah internasional sebagai bagian dari World Shorinji Kempo Organization yang berpusat di Jepang, memperluas kiprah kempo Indonesia di dunia.
Kepergian Indra Kartasasmita tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Perkemi, tetapi juga bagi dunia olahraga nasional. Warisan nilai, semangat, dan dedikasi yang ditinggalkannya diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mengembangkan olahraga kempo di Indonesia. (Red)









