Pendewasaan: Saat Manusia Belajar Mengendalikan Diri

- Pewarta

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

gambar orang sedang menulis , wawasannews.com

gambar orang sedang menulis , wawasannews.com

OPINI, Wawasannews.com – Semakin dewasa, semakin banyak hal yang kita ketahui. Semakin banyak belajar, semakin luas pula pemahaman yang kita miliki. Begitu juga ketika kita berkelana dalam kehidupan, berbagai pengalaman—baik pahit maupun manis—perlahan membentuk cara pandang kita terhadap dunia.

Pada fase tertentu dalam hidup, ada banyak hal yang masih terasa seperti misteri. Kita pernah merasakan kegagalan, kebahagiaan, kekecewaan, hingga harapan yang tumbuh kembali. Semua itu menjadi bagian dari proses yang tidak terpisahkan dari perjalanan manusia.

Sering kali kita merasa gemas melihat orang yang seolah tidak mau berjuang untuk dirinya sendiri. Namun di sisi lain, kita juga perlu menyadari bahwa mungkin ada orang lain yang memandang kita dengan cara yang sama. Perspektif manusia tidak pernah tunggal, dan setiap orang memiliki pergumulannya sendiri.

Dalam kehidupan modern, kesuksesan hampir selalu diukur dengan standar yang sama: finansial dan kekuasaan. Harta yang melimpah dan posisi yang tinggi kerap dianggap sebagai simbol keberhasilan seseorang. Tetapi pertanyaannya, apakah kesuksesan benar-benar sesederhana itu?

Bagi sebagian orang, kesuksesan mungkin tidak selalu soal seberapa besar kekayaan atau seberapa tinggi jabatan yang dimiliki. Kesuksesan bisa saja berarti terus bergerak maju. Belajar dari kesalahan, memperbaiki diri, dan melanjutkan langkah dengan kesadaran yang lebih baik dari sebelumnya.

Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Kiai Haji Sahal Mahfudh yang pernah mengatakan bahwa menjadi baik itu mudah, bahkan dengan diam seseorang bisa terlihat baik. Namun untuk menjadi manusia yang benar-benar bermanfaat, dibutuhkan perjuangan yang tidak sedikit.

Di sinilah pendewasaan menemukan maknanya. Ada orang yang telah mencapai kebebasan finansial dan memiliki kekuasaan, tetapi belum tentu memberi manfaat bagi orang lain. Sebaliknya, ada pula mereka yang hidup sederhana namun mampu memberikan dampak besar bagi lingkungannya.

Baca Juga  Bukan Fisik, Tapi Hati ( cerpen )

Hidup pada dasarnya bersifat dinamis. Banyak hal di luar kendali manusia, tetapi satu hal yang selalu bisa dikendalikan adalah diri sendiri. Pendewasaan bukan semata tentang bertambahnya usia, melainkan tentang kemampuan seseorang memahami mana yang baik dan mana yang tidak, serta keberanian menentukan langkah hidupnya.

Pemikiran tentang takdir juga sering menjadi bagian dari perenungan manusia. Tokoh bangsa seperti Abdurrahman Wahid pernah menyinggung bahwa setiap manusia memiliki jalannya masing-masing. Takdir memang ada, tetapi bagaimana seseorang menjalani dan mengusahakan hidupnya tetap menjadi tanggung jawab dirinya sendiri.

Pendewasaan juga terlihat ketika seseorang mampu menjaga keseimbangan antara hati dan pikiran. Ketika hati terasa panas, kepala harus tetap dingin. Mengendalikan hawa nafsu, menahan emosi, dan berpikir jernih adalah bagian dari proses tersebut.

Baca Juga  Sosialisasi 4 Pilar di Brebes, Eka Widodo Tekankan Ideologi Bangsa Tak Boleh Luntur

Manusia tidak seharusnya terus-menerus terbelenggu oleh dunia yang fana. Ada saatnya kita harus berani melawan dorongan yang hanya didasarkan pada keinginan sesaat, dan mulai membedakan antara kebutuhan, kepentingan, dan kemauan pribadi.

Pada akhirnya, setiap pengalaman memiliki hikmahnya sendiri. Apa yang terjadi dalam hidup manusia sering kali adalah bagian dari proses pembelajaran yang panjang. Seperti yang sering disampaikan oleh Fahruddin Faiz, segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan pada dasarnya adalah hal yang wajar.

Maka mungkin, kesuksesan yang paling sederhana adalah ketika seseorang tidak berhenti bergerak maju. Terus belajar, terus memperbaiki diri, dan tetap berusaha menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya. Karena pada akhirnya, pendewasaan bukanlah soal umur, melainkan tentang sikap dalam menjalani kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Analisis Diri: Mengapa Penting Mengenal Kapasitas dan Potensi Diri Sendiri?
Anak Pesisir Utara sampai di Ibu Kota
Keadilan Ekologis Dipertaruhkan: Saat Bencana Alam Menghantam Lingkungan dan Melumpuhkan Pendidikan
Ronaldo Memanas di Al Nassr, Manchester United Tutup Pintu Reuni Ketiga?
Produktivitas dan Konsistensi: Kunci Sukses yang Sering Terlupakan
Anak Bangsa Gugur di Bangku Sekolah, Negara ke Mana?
HGU, Plasma, dan Keadilan Agraria di Patean yang Belum Terwujud
Bukan Fisik, Tapi Hati ( cerpen )

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:04

Pendewasaan: Saat Manusia Belajar Mengendalikan Diri

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:04

Analisis Diri: Mengapa Penting Mengenal Kapasitas dan Potensi Diri Sendiri?

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:17

Anak Pesisir Utara sampai di Ibu Kota

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:57

Keadilan Ekologis Dipertaruhkan: Saat Bencana Alam Menghantam Lingkungan dan Melumpuhkan Pendidikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:44

Ronaldo Memanas di Al Nassr, Manchester United Tutup Pintu Reuni Ketiga?

Berita Terbaru