Presiden Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro

- Pewarta

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Istana Kepresidenan Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Pemerintah mempercepat langkah strategis dalam penanganan sampah nasional. Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan pengembangan dan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang telah dirintis sejumlah perguruan tinggi, sebagai solusi konkret menghadapi ancaman kelebihan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan, arahan tersebut disampaikan Presiden saat pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (11/2/2026). Selain proyek waste-to-energy (WtE) yang terus berjalan, Presiden mendorong agar inovasi teknologi berbasis kampus dapat segera diuji coba dan diimplementasikan.

“Presiden meminta percepatan pengembangan teknologi pengolahan sampah skala mikro yang sudah dikembangkan di beberapa kampus agar bisa segera diterapkan,” ujar Brian.

Baca Juga  Jalan Sehat Hari Santri Nasional, Ketua DPRD Kendal Ajak Santri Jaga Semangat Persatuan dan Keteladanan

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kementerian akan menyiapkan tahapan uji coba di sejumlah desa dan kelurahan pada tahun ini. Targetnya, pengolahan sampah dapat dilakukan langsung dari sumbernya dengan kapasitas hingga 10 ton per hari, sesuai rata-rata produksi sampah di tingkat kelurahan.

Beberapa teknologi yang tengah dikaji antara lain metode gasifikasi, plasma-assisted, serta reaktor plasma dingin. Pemerintah akan mengevaluasi efektivitas masing-masing teknologi untuk memastikan standar operasional yang optimal sebelum diterapkan secara massal.

Langkah ini dinilai penting karena proyeksi menunjukkan hampir seluruh TPA di Indonesia berpotensi mengalami over capacity pada 2028, bahkan lebih cepat. Dengan pengolahan berbasis mikro, distribusi sampah ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Baca Juga  BNPB Paparkan Kondisi Terkini Banjir dan Longsor di Tapanuli, Akses Bantuan Terus Diperkuat

“Penanganan bisa dilakukan di tingkat kelurahan sehingga sampah tidak perlu dikirim jauh ke TPA,” jelas Brian.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan 34 proyek waste-to-energy di 34 kota sebagai bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional. Presiden menyebut nilai investasi yang digelontorkan mencapai sekitar US$3,5 miliar atau setara Rp58,8 triliun, dengan target operasional dalam dua tahun ke depan.

Kolaborasi lintas kementerian pun diperkuat. Kementerian Pendidikan Tinggi akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Danantara, serta pemerintah daerah untuk mempercepat standardisasi dan implementasi teknologi secara lebih luas.

Percepatan ini diharapkan menjadi momentum transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terdesentralisasi, dan berkelanjutan—sekaligus membuka peluang hilirisasi riset kampus menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat. (Fad)

Baca Juga  Sat Binmas Polres Kendal Perkuat Kedisiplinan Siswa lewat Pembinaan Karakter di SMK Bina Utama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Monitoring Program Kawasan Widuri, Kemenko PM Soroti Data Kemiskinan di Kendal
Karang Taruna Kendal dan STMJ Dorong Regenerasi Petani Muda di Tujuh Kecamatan
Layanan Medis Bergerak TNI Cegah Penyakit Pascabencana di Aceh dan Sumut
Ketua DPRD Kendal Dorong Padat Karya Infrastruktur di Desa Gedong, Perluas Kesempatan Kerja Warga
MM FEB Unwahas Perkuat Daya Saing Global Lewat KKL Internasional di Malaysia
Jembatan Presisi Dibangun di Patean, Wujud Sinergi Polri dan Pemkab Kendal untuk Desa
Luapan Sungai Blorong Rendam Ratusan Rumah di Kendal, Aktivitas Warga Terganggu
Gol Telat Sesko Selamatkan King MU di London, West Ham Gagal Kunci Tiga Poin

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:54

Monitoring Program Kawasan Widuri, Kemenko PM Soroti Data Kemiskinan di Kendal

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:32

Karang Taruna Kendal dan STMJ Dorong Regenerasi Petani Muda di Tujuh Kecamatan

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:23

Layanan Medis Bergerak TNI Cegah Penyakit Pascabencana di Aceh dan Sumut

Kamis, 12 Februari 2026 - 17:25

Ketua DPRD Kendal Dorong Padat Karya Infrastruktur di Desa Gedong, Perluas Kesempatan Kerja Warga

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:03

Presiden Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Skala Mikro

Berita Terbaru