PPN Ganda Dinilai Hambat Industri Film, DPR Dorong Reformasi Kebijakan dan Pemerataan Layar Bioskop

- Pewarta

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini di kompleks parlemen, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini di kompleks parlemen, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menilai bahwa penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ganda terhadap industri perfilman berpotensi menghambat pertumbuhan ekosistem kreatif di Indonesia.

Di kutip dari antaranews.com, Ia menjelaskan, skema perpajakan yang berlaku saat ini dikenakan dua kali, yakni PPN di tingkat produksi serta PPN di tingkat distribusi atau ekshibisi. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan beban ganda yang berdampak pada menurunnya margin keuntungan para sineas lokal.

“Bagaimana industri film kita mau bersaing di level global jika sejak tahap produksi saja mereka sudah terbebani PPN ganda? Ini adalah disinsentif bagi kreativitas,” ujar Novita dalam rapat bersama sejumlah asosiasi dan perusahaan perfilman di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Baca Juga  Gasperini Antisipasi Laga Berat Roma vs Como: Dua Tim yang Sama-Sama Incar Kemenangan

Menurutnya, diperlukan reformasi kebijakan pajak yang lebih berpihak pada pertumbuhan industri perfilman, sehingga tidak justru menjadi beban bagi pelaku kreatif di dalam negeri.

Di sisi lain, Novita juga menyoroti keterbatasan jumlah layar bioskop di Indonesia yang dinilai belum sebanding dengan meningkatnya produktivitas karya anak bangsa. Ia menyebut fenomena antrean panjang jadwal pemutaran film telah berada pada tahap yang merugikan, baik secara ekonomi maupun psikis bagi para kreator.

Banyak film berkualitas, lanjutnya, harus menunggu berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun untuk mendapatkan jadwal tayang, dengan durasi penayangan yang sangat terbatas karena harus bergantian dengan film lain.

Kondisi tersebut dinilai tidak adil bagi produser yang telah mengeluarkan investasi besar dalam proses produksi. Oleh karena itu, ia mendorong percepatan distribusi layar bioskop hingga ke daerah-daerah, agar akses penayangan tidak hanya terpusat di kota besar.

Baca Juga  PMII Semarang Beberkan Pasal-Pasal KUHAP Baru yang Dianggap Mengancam Warga

“Film bukan sekadar hiburan, tapi kekuatan ekonomi baru dan identitas bangsa. Jika regulasinya tidak kita benahi sekarang, kita akan terus menjadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Novita juga menyoroti masih minimnya dukungan pemerintah dalam mengintegrasikan industri film dengan sektor pariwisata. Padahal, menurutnya, film memiliki peran strategis sebagai media promosi destinasi daerah yang efektif atau dikenal dengan film-induced tourism.

Ia pun mendorong adanya insentif khusus bagi rumah produksi yang mengangkat potensi daerah. Pemerintah dinilai dapat memberikan dukungan berupa insentif fiskal maupun kemudahan perizinan lokasi bagi film yang mempromosikan destinasi wisata prioritas, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di daerah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah
Kwarcab Kendal Lantik Mabiran dan Kwaran Ringinarum, Soroti Tantangan AI dalam Pramuka
PDKN Genap 11 Tahun: Refleksi dan Arah Gerak di Era Disrupsi
KPK Dorong Pemkab Kendal Perkuat Integritas ASN Cegah Korupsi
Polres Kendal Gelar AI Ready ASEAN, Libatkan Pelajar Tingkatkan Literasi Digital
Perbaikan Pantura Kendal Dimulai 13 April, Arus Lalu Lintas Terdampak hingga 45 Hari
HUT ke-80 TNI AU, Gibran Dorong Perkuat Kekuatan Udara Indonesia
Lebih dari 10 Ribu Peserta Ikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap Pertama

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 15:15

Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah

Jumat, 10 April 2026 - 13:55

Kwarcab Kendal Lantik Mabiran dan Kwaran Ringinarum, Soroti Tantangan AI dalam Pramuka

Jumat, 10 April 2026 - 13:10

PDKN Genap 11 Tahun: Refleksi dan Arah Gerak di Era Disrupsi

Kamis, 9 April 2026 - 22:31

KPK Dorong Pemkab Kendal Perkuat Integritas ASN Cegah Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 20:27

Polres Kendal Gelar AI Ready ASEAN, Libatkan Pelajar Tingkatkan Literasi Digital

Berita Terbaru