Para Kiai Sepakat, Kepengurusan PBNU di Bawah Gus Yahya Tetap Jalan hingga Muktamar

- Pewarta

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf usai memimpin rapat koordinasi tertutup Ketua PWNU se-Indonesia di Novotel Samator Surabaya, Minggu (23/11/2025). (Istimewa/Wawasannews)

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf usai memimpin rapat koordinasi tertutup Ketua PWNU se-Indonesia di Novotel Samator Surabaya, Minggu (23/11/2025). (Istimewa/Wawasannews)

Jakarta, Wawasannews.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengundang puluhan alim ulama ke Gedung PBNU, Jakarta, Ahad (23/11/2025). Pertemuan yang dihadiri sekitar 60 kiai dari berbagai daerah itu digelar sebagai ruang klarifikasi dan musyawarah setelah beredarnya risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang berisi usulan agar Gus Yahya mundur dari jabatan Ketua Umum.

Katib Aam PBNU KH Said Asrori menjelaskan, para kiai yang hadir menyepakati beberapa poin penting sebagai masukan untuk kepemimpinan PBNU saat ini. Salah satu kesepakatan utama adalah komitmen untuk menjaga keberlanjutan kepengurusan hingga akhir masa jabatan yang tersisa sekitar satu tahun lagi.

“Para ulama sepakat bahwa kepengurusan PBNU harus berjalan sampai akhir masa jabatan. Tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, baik Rais Aam, Ketua Umum, maupun jajaran pengurus lainnya. Kepengurusan harus sempurna sampai Muktamar yang akan datang,” tegas Kiai Said dalam keterangan kepada media.

Ia menambahkan, para kiai melihat bahwa polemik internal yang muncul belakangan ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat tradisi musyawarah, bukan untuk saling menjatuhkan. Karena itu, forum di PBNU sepakat mendorong digelarnya silaturahim yang lebih besar dengan melibatkan lebih banyak ulama, terutama para kiai sepuh, sebagai rujukan moral dan keilmuan dalam tubuh NU.

Menurut Kiai Said, para ulama mengakui adanya persoalan yang perlu dibahas secara jernih, tetapi mereka sepakat penyelesaiannya harus ditempuh dengan cara-cara yang baik, teduh, dan sesuai mekanisme organisasi. Ia mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk memperbanyak tafakur serta memohon pertolongan Allah demi kebaikan bersama, baik bagi jamaah NU maupun untuk Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam sistem organisasi NU, perubahan kepemimpinan yang bersifat mendasar hanya dapat dilakukan melalui Muktamar sebagai forum tertinggi yang diatur jelas dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan peraturan perkumpulan. Hal ini menegaskan pentingnya kepastian hukum organisasi dan tata kelola yang berlandaskan konstitusi jam’iyah.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya menekankan pentingnya disiplin organisasi dalam setiap bentuk komunikasi dan pernyataan publik terkait NU. Menurutnya, statemen atau sikap apa pun, baik lisan maupun tertulis, harus diukur dengan aturan dan regulasi resmi yang berlaku dalam sistem konstitusi organisasi.

“Semua bentuk komunikasi terkait organisasi harus tunduk pada regulasi resmi NU. Artikulasi apa pun perlu dilihat kesesuaiannya dengan aturan yang menjadi rujukan kita bersama,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, para ulama yang hadir menyepakati rencana menggelar pertemuan yang lebih besar dengan menghadirkan para sesepuh dan kiai sepuh NU. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, salah satu pesantren besar yang memiliki kedekatan historis dengan NU dan dikenal sebagai pusat pendidikan keagamaan berbasis salafiyah.

Lirboyo selama ini menjadi rujukan banyak kiai dan santri di seluruh Indonesia, sehingga dipandang tepat menjadi tempat islah dan rekonsiliasi, sekaligus memperkuat kembali nilai-nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan tawasuth (moderat) yang menjadi ciri khas NU.

Sebelumnya, publik sempat dikejutkan dengan beredarnya risalah Rapat Harian Syuriah PBNU yang disebut berlangsung di salah satu hotel di Jakarta, dan memuat desakan agar Gus Yahya mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatan Ketua Umum. Dokumen tersebut dikabarkan ditandatangani Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dan beredar luas di berbagai kanal informasi.

Gus Yahya sendiri merupakan Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-34 NU di Lampung untuk masa khidmat 2021–2026, dan dikenal aktif mendorong transformasi organisasi serta penguatan peran NU di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan adanya forum silaturahim para ulama di Jakarta dan rencana pertemuan lanjutan di Lirboyo, para kiai berharap dinamika internal yang muncul dapat menjadi pelajaran berharga sekaligus jalan untuk memperkokoh persatuan NU. Fokusnya bukan sekadar meredakan polemik, tetapi menata ulang komunikasi, memperjelas mekanisme organisasi, dan menjaga marwah jam’iyah agar tetap menjadi teladan dalam menyikapi perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda
PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029
Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal
Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar
Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI
Usai Dipanggil Polda Jateng, DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Tak Ikuti Agenda Kedewanan Sementara
PSIS Semarang Resmi Pertahankan Raffinha, Penyerang Brasil Ini Siap Antar Mahesa Jenar Kejar Promosi

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:56

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:42

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:54

Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:58

Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat kunjungan kerja di Dukuh Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:42