Kemenag Gelar Sidang Isbat 19 Maret 2026, Penentuan Idulfitri Diumumkan Malam Hari

- Pewarta

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Istimewa/Wawasannews)

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026). Sidang ini menjadi penentu resmi kapan Hari Raya Idulfitri 2026 dirayakan oleh umat Islam di Indonesia.

Di kutip dari detik.com, Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag, rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube, TikTok, serta Instagram Bimas Islam.

Selanjutnya, sidang isbat akan dilaksanakan secara tertutup pada pukul 18.00 WIB. Dalam forum tersebut, pemerintah bersama para ahli dan perwakilan organisasi masyarakat Islam akan membahas hasil rukyatul hilal serta data hisab sebagai dasar penetapan awal Syawal.

Baca Juga  Menko Polhukam Djamari Chaniago: Negara Hadir Bantu Korban Bencana di Sumatra

Hasil sidang isbat dijadwalkan diumumkan pada hari yang sama melalui konferensi pers sekitar pukul 19.25 WIB. Masyarakat dapat mengikuti pengumuman tersebut secara langsung melalui berbagai platform digital resmi Kemenag.

Sementara itu, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri sebelumnya memperkirakan Idulfitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun demikian, kepastian tanggal tetap menunggu hasil sidang isbat.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai rujukan bersama. Perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah diharapkan dapat disikapi dengan bijak sebagai bagian dari dinamika keilmuan, sekaligus tetap menjaga persatuan dan toleransi di tengah masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PBVSI Terapkan Format Baru Three Winning Set di Final Proliga 2026, Laga Bisa Berlangsung Hingga Tiga Hari
Isu Fusi Gerindra–NasDem Mengemuka, Dasco Tegaskan Tak Pernah Dibahas
Kado Hari Kartini, DPR Sahkan UU PPRT Setelah 20 Tahun Penantian
Tawuran Gangster Gegerkan Ngilir Kendal, Polisi Tingkatkan Patroli dan Ajak Warga Jaga Kondusivitas
Belajar Sambil Bermain, BNNK Kendal Kenalkan Bahaya Narkoba ke Siswa SD Lewat Program Kresnayana
Halal Bihalal IPNU-IPPNU Cepiring Perkuat Sinergi Lintas Generasi, Luncurkan Rebana Assyabab
Rakorcab IPNU–IPPNU Kendal Perkuat Sinergi, Siapkan Organisasi Pelajar Lebih Progresif
Bruno Fernandes Kian Bersinar, Assist Krusial Antar Manchester United Kalahkan Chelsea

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 15:31

PBVSI Terapkan Format Baru Three Winning Set di Final Proliga 2026, Laga Bisa Berlangsung Hingga Tiga Hari

Selasa, 21 April 2026 - 15:03

Isu Fusi Gerindra–NasDem Mengemuka, Dasco Tegaskan Tak Pernah Dibahas

Selasa, 21 April 2026 - 12:42

Kado Hari Kartini, DPR Sahkan UU PPRT Setelah 20 Tahun Penantian

Selasa, 21 April 2026 - 11:42

Tawuran Gangster Gegerkan Ngilir Kendal, Polisi Tingkatkan Patroli dan Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Selasa, 21 April 2026 - 11:24

Belajar Sambil Bermain, BNNK Kendal Kenalkan Bahaya Narkoba ke Siswa SD Lewat Program Kresnayana

Berita Terbaru