BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Guyur Jabodetabek hingga Awal Februari

- Pewarta

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi hujan. (Wawasannews)

Foto Ilustrasi hujan. (Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jabodetabek untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal Februari 2026.

Kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh masih aktifnya monsun Asia yang memicu peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya. Situasi ini dinilai berpotensi menimbulkan genangan hingga gangguan aktivitas masyarakat.

Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa fenomena monsun Asia diperkirakan masih bertahan hingga Februari mendatang.

“Kami terus memantau karena monsun Asia masih berlangsung sampai Februari,” ujar Andri dalam dialog bersama Pro3 RRI di Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga  Pemerintah Perkuat Koperasi Pangan untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Ia menyebut, potensi hujan dengan intensitas cukup tinggi diperkirakan terjadi pada dasarian pertama Februari atau sepuluh hari awal bulan tersebut. Selain itu, meskipun musim hujan mendekati akhir periode, aktivitas atmosfer masih cukup aktif.

“Musim hujan memang sudah mendekati akhir, tetapi kami tetap melakukan pemantauan harian,” jelasnya.

BMKG juga mencatat, curah hujan di wilayah Jabodetabek dalam beberapa waktu terakhir mencapai 150 hingga 200 milimeter. Bahkan, pada 22 dan 23 Januari lalu, intensitas hujan tercatat melebihi 200 milimeter.

“Kejadian hujan lebat seperti itu sudah sering terjadi dan mencapai lebih dari 200 milimeter,” ungkap Andri.

Menurutnya, kondisi ini membutuhkan kesiapan infrastruktur, terutama sistem drainase, agar mampu mengantisipasi limpasan air. Tekanan atmosfer dari lapisan bawah dan atas yang semakin meningkat turut memperbesar potensi cuaca ekstrem.

Baca Juga  Indosat Gandeng UMN Perkuat Literasi Digital UMKM dan Generasi Muda

“Tekanan cuaca dari bawah dan atas makin meningkat, sehingga perlu kewaspadaan bersama,” katanya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan, banjir lokal, dan gangguan lalu lintas, terutama di wilayah rawan.

Lebih lanjut, Andri menyampaikan bahwa musim hujan diperkirakan akan berakhir pada Maret 2026. Pada Februari, intensitas hujan mulai melandai, sebelum memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

“Februari mulai menurun, dan Maret masuk masa transisi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola cuaca di Jawa relatif serupa dengan wilayah lain seperti Bali hingga Nusa Tenggara yang masih dipengaruhi sistem monsun.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengajak masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca resmi yang dirilis melalui kanal resmi lembaga tersebut.

Baca Juga  Buruh Kendal Minta Dukungan DPRD untuk Penetapan UMSK 2026

“Pantau terus informasi terbaru dari BMKG agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mengapa Hari Buruh Diperingati Setiap 1 Mei? Ini Sejarah dan Maknanya
Aliansi Perempuan Indonesia Warnai Hari Buruh 2026 dengan Aksi Damai di Dukuh Atas
Prabowo Hadiri Hari Buruh 2026 di Monas, Tegaskan Dukungan bagi Kesejahteraan Pekerja
Hari Buruh 2026, Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja Indonesia
Seleksi Jamnas 2026 Jadi Bukti Konsistensi Pembinaan Pramuka Kendal
SMA NU 05 Brangsong Perkuat Strategi SPMB untuk Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat
Raperda Pajak Jateng Dibahas, Fraksi PKB Dorong Optimalisasi PAD Tanpa Bebani Pelayanan Publik
Pemerintah Pastikan JKP Dampingi Pekerja Saat Masa Transisi Karier

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:44

Mengapa Hari Buruh Diperingati Setiap 1 Mei? Ini Sejarah dan Maknanya

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:23

Aliansi Perempuan Indonesia Warnai Hari Buruh 2026 dengan Aksi Damai di Dukuh Atas

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:04

Prabowo Hadiri Hari Buruh 2026 di Monas, Tegaskan Dukungan bagi Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:51

Hari Buruh 2026, Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja Indonesia

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:16

Seleksi Jamnas 2026 Jadi Bukti Konsistensi Pembinaan Pramuka Kendal

Berita Terbaru