JAKARTA, Wawasannews.com – Kronologi kecelakaan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur mulai terungkap. Insiden yang melibatkan Kereta Commuter Line dan kereta diesel jarak jauh (KRD) tersebut diduga berawal dari adanya kendaraan yang melintas di perlintasan rel saat kereta tengah melaju.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa kendaraan yang berada di perlintasan rel diduga menjadi pemicu utama kecelakaan, karena kereta yang melaju tidak sempat menghindari tabrakan.
“Dari kronologi awal, terdapat kendaraan yang melintas di jalur rel saat kereta melaju, sehingga terjadi benturan yang menyebabkan kecelakaan,” ujarnya. (Di lansir dari antaranews).
Pasca kejadian, petugas gabungan dari kepolisian, PT Kereta Api Indonesia (KAI), serta tim medis langsung bergerak cepat melakukan evakuasi korban dan pengamanan lokasi. Seluruh korban meninggal dunia kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah korban yang belum teridentifikasi. Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman serta mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor guna membantu proses pencocokan data.
Selain penanganan korban, proses pemulihan pascakecelakaan juga terus dilakukan agar operasional kereta api di jalur tersebut dapat kembali berjalan normal. Aparat memastikan seluruh tahapan penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan keselamatan saat melintas di perlintasan kereta api, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (Red)









