SYDNEY, Wawasannews.com – Dunia internasional menyampaikan kecaman keras atas insiden penembakan massal yang terjadi saat festival Yahudi di kawasan Pantai Bondi, Sydney, Australia. Serangan yang berlangsung ketika perayaan Hanukkah itu menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai sejumlah lainnya, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, Selasa (16/12/2025).
Pemerintah Australia menyatakan peristiwa tersebut sebagai aksi terorisme yang secara khusus menargetkan komunitas Yahudi. Otoritas keamanan menilai insiden ini sebagai salah satu bentuk kekerasan paling serius dan jarang terjadi di Australia, sekaligus menjadi ujian besar bagi solidaritas sosial dan sistem keamanan nasional.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengecam serangan itu sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh warga, termasuk komunitas Yahudi, serta memastikan penanganan hukum dilakukan secara tegas dan transparan.
Dukungan dan solidaritas juga datang dari Perdana Menteri Selandia Baru Chris Luxon yang menyebut Australia sebagai keluarga dekat, serta menyampaikan duka mendalam kepada para korban dan keluarga. Dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyebut penembakan tersebut sebagai serangan antisemit yang mengerikan, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa antisemitisme tidak memiliki tempat di dunia modern.
Kecaman serupa disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang mengaku terkejut atas serangan tersebut dan menyerukan penolakan global terhadap segala bentuk kekerasan berbasis kebencian. Sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, Italia, Spanyol, hingga Irlandia turut menyampaikan belasungkawa dan solidaritas kepada Australia.
Negara-negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Palestina, Iran, Qatar, Turki, Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Lebanon, juga secara tegas mengecam aksi tersebut dan menolak terorisme dalam bentuk apa pun. Uni Eropa menegaskan bahwa kekerasan terhadap kelompok berbasis identitas harus dikutuk tanpa syarat.
Di tingkat domestik, Dewan Imam Nasional Australia dan Liga Muslim Dunia menyerukan persatuan nasional serta menolak segala bentuk ekstremisme. Tragedi ini kembali menguatkan keprihatinan global terhadap meningkatnya antisemitisme dan kekerasan berbasis kebencian, sekaligus mempertegas pentingnya kerja sama internasional untuk mencegahnya. (fad)








