KENDAL, Wawasannews.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 tingkat Kecamatan Ngampel yang digelar pada Rabu (4/2/2026) menjadi forum strategis bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi pembangunan. Namun, kegiatan tersebut berlangsung tanpa kehadiran anggota DPRD Kabupaten Kendal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kendal 1.
Berdasarkan daftar hadir, tercatat sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Ngampel. Mereka terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, kepala desa, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta lembaga kemasyarakatan desa. Meski demikian, tidak satu pun anggota DPRD dari dapil setempat tercatat hadir hingga acara berakhir.
Salah satu peserta Musrenbang asal Desa Rejosari menyampaikan bahwa kehadiran wakil rakyat dinilai penting dalam memperkuat pengawalan aspirasi masyarakat. Menurutnya, Musrenbang merupakan forum resmi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung kepada para pemangku kebijakan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Forum ini sangat strategis. Kami berharap aspirasi warga bisa dikawal bersama oleh pemerintah dan DPRD, sehingga program pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, pegawai Kecamatan Ngampel berinisial D menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah menyampaikan undangan kepada seluruh anggota DPRD sejak jauh hari. Bahkan, menurutnya, sempat ada konfirmasi kehadiran dari beberapa pihak.
“Undangan sudah kami kirim beberapa hari sebelumnya. Pagi hari juga sempat ada konfirmasi akan hadir, namun hingga acara selesai belum ada yang datang,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak anggota DPRD terkait alasan ketidakhadiran tersebut. Meski secara regulasi kehadiran anggota DPRD dalam Musrenbang tingkat kecamatan tidak bersifat wajib, partisipasi mereka dinilai memiliki nilai strategis dalam memperjuangkan aspirasi konstituen.
Kendati demikian, Musrenbang tetap berjalan secara kondusif dan produktif. Forum tersebut berhasil merumuskan sejumlah usulan prioritas pembangunan, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan desa, peningkatan irigasi pertanian, penanganan banjir, hingga penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Seluruh usulan tersebut selanjutnya akan direkapitulasi dan disampaikan ke tingkat kabupaten melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kendal sebagai bahan penyusunan program pembangunan daerah tahun 2027.
Pemerintah Kecamatan Ngampel berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan DPRD ke depan semakin kuat, sehingga proses perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan berpihak pada kebutuhan warga.








