Belajar Sambil Bermain, BNNK Kendal Kenalkan Bahaya Narkoba ke Siswa SD Lewat Program Kresnayana

- Pewarta

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati, memberikan arahan dan edukasi kepada siswa dalam kegiatan pengenalan bahaya narkoba di Kabupaten Kendal, Senin (20/4/2026). Foto : Wawasannews.com

Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati, memberikan arahan dan edukasi kepada siswa dalam kegiatan pengenalan bahaya narkoba di Kabupaten Kendal, Senin (20/4/2026). Foto : Wawasannews.com

KENDAL, Wawasannews.com – Edukasi bahaya narkoba tak lagi harus kaku dan menakutkan. Di tangan BNNK Kendal, pesan serius itu justru dikemas lewat cara menyenangkan—belajar sambil bermain—sehingga mudah dipahami oleh anak-anak sejak usia dini.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program kreatif bertajuk Kresnayana (Rekreasi Siswa dalam Pengenalan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba) yang diikuti siswa SDN 2 Karangsari, Senin (20/4/2026).

Dalam kegiatan ini, edukasi anti narkoba disampaikan secara interaktif, komunikatif, dan penuh keceriaan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membantu anak-anak memahami materi tanpa merasa terbebani. Salah satu daya tarik utama adalah penggunaan karakter bertema ikan yang selaras dengan program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN).

Tema tersebut dipilih sebagai simbol pendekatan edukasi yang akan diterapkan di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Kendal. Melalui konsep ini, pesan tentang bahaya narkoba diharapkan dapat tertanam sejak dini melalui pembelajaran kurikuler, intrakurikuler, hingga ekstrakurikuler.

Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati, menegaskan bahwa pihaknya membuka ruang edukasi seluas-luasnya bagi anak-anak untuk mengenal bahaya narkotika dengan cara yang ramah dan mudah dipahami.

“Yang belum pernah datang ke BNN, kali ini bisa berkunjung. Narkotika itu seperti apa, kami punya contohnya. Nanti tim kami akan mengajak adik-adik masuk ke kantor BNN. Kita wujudkan bersama bahwa anak Indonesia hebat, anak Kendal bersih dari narkoba,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, para siswa juga diajak mengenal sejarah narkotika melalui museum mini BNNK Kendal. Kegiatan ini dipandu oleh Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK Kendal, Sapto Nugroho, dengan penjelasan sederhana agar mudah dipahami sesuai usia peserta.

Kegiatan semakin menarik dengan penampilan teater edukatif berjudul Lala Si Keras Kepala. Pertunjukan ini menjadi media utama dalam menyampaikan pesan anti narkoba. Cerita tersebut mengisahkan seekor ikan bandeng bernama Lala yang keras kepala dan hampir terjebak dalam tipu daya hiu jahat bernama Yuga.

Dalam salah satu adegan, tokoh Caca si cumi-cumi mengingatkan pentingnya kewaspadaan, seperti tidak mudah percaya kepada orang asing dan tidak sembarang menerima pemberian.

Guru pendamping SDN 2 Karangsari, Nur Hidayah, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menilai program Kresnayana tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.

“Terima kasih kepada BNN atas program ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bisa dirasakan sekolah lain. Selain memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga sangat menyenangkan bagi anak-anak,” katanya.

Melalui pendekatan kreatif ini, BNNK Kendal menunjukkan bahwa edukasi bahaya narkoba dapat dilakukan dengan cara yang lebih humanis dan efektif. Harapannya, kesadaran sejak dini ini mampu membentuk generasi muda yang tangguh dan terbebas dari ancaman narkoba.

Pewarta : Fuad

Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda
PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029
Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal
Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar
Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI
Usai Dipanggil Polda Jateng, DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Tak Ikuti Agenda Kedewanan Sementara
PSIS Semarang Resmi Pertahankan Raffinha, Penyerang Brasil Ini Siap Antar Mahesa Jenar Kejar Promosi

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:56

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:42

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:54

Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:45

Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat kunjungan kerja di Dukuh Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:42