JEPARA, Wawasannews.com – Kerja sama strategis antara PT Pertamina Gas Negara (PGN) Tbk, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Pemerintah Kabupaten Jepara menjadi tonggak penting dalam hilirisasi inovasi teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, dan mitigasi bencana di daerah pesisir.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025 ini menegaskan komitmen kolaboratif lintas sektor dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan risiko bencana hidrometeorologi.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu inovasi utama yang diperkenalkan adalah PETASOL, bahan bakar minyak alternatif hasil pengolahan sampah plastik dan limbah pasca-bencana melalui teknologi fast pyrolysis.
PETASOL dimanfaatkan untuk menggerakkan traktor, mesin panen (harvester), pompa air, dan alat mekanisasi pertanian lainnya, sehingga mampu mengurangi ketergantungan pada BBM konvensional, menjaga keberlanjutan operasional pertanian saat pasokan energi terganggu, sekaligus menjadi solusi nyata pengelolaan sampah bernilai ekonomi.
Inovasi ini merupakan implementasi konkret ekonomi sirkular (waste-to-energy) yang mendukung pemulihan dan kesiapsiagaan pasca-bencana.
Kolaborasi ini juga mendorong optimalisasi lahan marginal pesisir yang bersifat salin dan rentan terdampak banjir rob. Melalui penerapan varietas padi biosalin yang adaptif terhadap salinitas tinggi, serta rekomendasi budidaya dan pemupukan spesifik lokasi, lahan yang sebelumnya kurang produktif diarahkan menjadi sumber produksi pangan baru.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi pertanian adaptif iklim mampu menjadi strategi efektif dalam mitigasi dan pemulihan pasca-bencana.
Untuk menjamin keberlanjutan, hasil produksi padi biosalin tidak hanya diarahkan sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga dikembangkan untuk produksi benih, guna mendorong kemandirian benih lokal dan memperkuat ekosistem pertanian berbasis inovasi.
Sinergi antara industri energi, lembaga riset, dan pemerintah daerah diharapkan menjadikan Kabupaten Jepara sebagai model nasional hilirisasi inovasi teknologi energi–pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Kegiatan hilirisasi riset dan inovasi ini dilaksanakan oleh Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan (PRSIMB) BRIN di bawah kepemimpinan Nugroho Adi Sasongko, dengan fokus pada hilirisasi inovasi energi untuk ketahanan pangan nasional dan optimalisasi lahan marginal, serta didukung oleh Kelompok Riset Teknologi Valorisasi dalam Sirkularitas Sumberdaya yang diketuai oleh Dr. Tri Martini Patria.
Acara ini dihadiri oleh Kepala BRIN yang diwakili oleh Dr. Wiwiek Joeliani, Wakil Bupati Jepara Bapak Muhammad Ibnu Hajar, Direktur Keuangan PT Pertamina Gas Negara (PGN) Tbk Bapak Catur Dermawan, Kepala BRMP Provinsi Jawa Tengah Kementerian Pertanian Dr. Soeharsono, Bank Sampah Banjarnegara (BSB) Bapak Budi Trisno Aji, unsur TNI, Polri, Kejaksaan, perangkat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Jepara, serta para periset Pertanian Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN dan pemangku kepentingan terkait.
Melalui integrasi teknologi energi hijau, pertanian adaptif, dan ekonomi sirkular, inisiatif ini menjadi show window nasional bagaimana inovasi riset dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat di wilayah marginal, rawan bencana, dan pesisir, sekaligus memperkuat resiliensi pangan dan energi Indonesia.(Red)








