JEPARA, Wawasannews.com – Bencana tanah longsor kembali terjadi di jalur menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Tebing setinggi sekitar 100 meter di wilayah Desa Damarwulan longsor dan menutup akses jalan utama menuju Desa Tempur.
Di kutip dari antaranewsjateng.com, Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, mengatakan peristiwa longsor tersebut terjadi pada Selasa (10/3/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Material longsor berupa tanah dan bebatuan berukuran besar menutup seluruh badan jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan maupun warga.
“Lokasi longsor berada di Desa Damarwulan, namun dampaknya menutup akses jalan menuju Desa Tempur,” ujarnya di Jepara, Rabu (11/3/2026).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Tempur, Maryono, menjelaskan bahwa longsoran tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga merusak badan jalan yang memiliki lebar sekitar empat meter. Besarnya material batu yang jatuh membuat proses pembersihan tidak memungkinkan dilakukan secara manual.
Menurutnya, penanganan harus menggunakan alat berat karena banyak batu berukuran besar yang menutup jalan.
“Untuk membersihkan material longsor tidak bisa dilakukan secara manual. Diperlukan alat berat karena terdapat banyak batu berukuran besar yang menutup akses jalan,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, warga Desa Tempur yang hendak beraktivitas terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Namun jalur tersebut memiliki jarak tempuh lebih panjang karena melewati wilayah kabupaten lain.
Selain menutup akses transportasi, longsor juga berdampak pada jaringan listrik. Salah satu tiang listrik milik PLN dilaporkan terdampak sehingga kabel jaringan listrik di wilayah tersebut terputus.
Maryono berharap penanganan dapat segera dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga Desa Tempur.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat untuk menangani material longsor yang menutup jalan.
“Alat berat yang sebelumnya berada di Kaliombo saat ini sudah digeser ke lokasi longsor di Desa Damarwulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk menghancurkan batu berukuran besar yang menutup akses jalan menuju Desa Tempur diperlukan excavator breaker berkapasitas besar. Proses penanganan juga harus dilakukan secara hati-hati karena masih terdapat batu besar yang menggantung di tebing dan berpotensi kembali longsor.
Pemerintah daerah berharap proses pembersihan material dapat segera selesai sehingga akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar.
Peristiwa ini menjadi kejadian longsor kedua yang berdampak pada Desa Tempur dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, pada awal Januari 2026, desa tersebut juga sempat terisolasi akibat akses jalan tertutup longsor serta badan jalan yang tergerus arus sungai. (Red)








