JAKARTA, Wawasannews.com – Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 4 Maret 2026. Masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai angin kencang dan kilat/petir.
Di kutip dari kompas.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, kondisi cuaca signifikan ini dipengaruhi oleh keberadaan tiga bibit siklon tropis yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia dan Australia. Ketiga sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi angin yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 90S yang berada di Samudra Hindia, tepatnya di barat daya selatan Jawa Barat. Sistem ini diprediksi akan menguat dalam 48 hingga 72 jam ke depan dan bergerak ke arah timur laut hingga timur. Pergerakan tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan dan barat Indonesia, termasuk sebagian wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Bibit Siklon Tropis 92P yang terpantau di Teluk Carpentaria dilaporkan cenderung mengalami penurunan intensitas. Meski demikian, pengaruhnya terhadap dinamika atmosfer tetap perlu diwaspadai.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S yang berada di perairan barat daratan Australia bagian utara diprediksi persisten dan berpotensi menguat dengan arah gerak ke barat hingga barat laut.
Kombinasi ketiga sistem tersebut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi serta mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air. (Red)








