NEW YORK, Wawasannews.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon menyusul eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Di kutip dari antaranews.com, Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, pada Senin (2/3/2026) menyampaikan bahwa situasi di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel kian memanas, terutama setelah Kelompok Hizbullah menyatakan solidaritas penuh terhadap Iran.
Diketahui, Hizbullah melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Aksi tersebut kemudian dibalas Israel dengan menargetkan sejumlah lokasi militer Hizbullah di Lebanon.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di Lebanon, di mana kami memiliki kehadiran politik dan pasukan penjaga perdamaian, ketegangan juga meningkat. Kami sangat prihatin atas baku tembak di sepanjang Garis Biru. Situasi di lapangan berkembang dengan cepat, dan kami memantau secara saksama,” ujar Dujarric kepada wartawan di Markas Besar PBB.
Ia menambahkan, PBB menerima laporan terkait penembakan ke arah Israel yang diklaim dilakukan Hizbullah serta serangan balasan Israel terhadap sejumlah wilayah di Lebanon.
Meski kondisi keamanan memburuk, Dujarric menegaskan pasukan penjaga perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), tetap bertugas di pos masing-masing.
“Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL kami tetap berada di posisinya meskipun dalam situasi yang penuh tantangan,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik di kawasan yang berpotensi memicu instabilitas regional. (red)








