KENDAL, Wawasannews.com – Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menegaskan pentingnya penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah pelaksanaan Bulan Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, berbagai potensi gangguan seperti tawuran remaja, perang sahur, petasan, hingga penyalahgunaan narkoba perlu diantisipasi secara serius dan menjadi tanggung jawab bersama.
Hal tersebut disampaikan Mahfud Sodiq saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakorlinsek) cipta kondisi yang digelar Polres Kendal di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Kabupaten Kendal, Senin (23/2/2026).
“Kami di DPRD Kendal mengapresiasi langkah cepat Polres Kendal yang menggelar rakor ini. Beberapa kejadian akhir-akhir ini, khususnya yang melibatkan anak-anak muda seperti tawuran, perang sahur, dan petasan, harus menjadi perhatian serius. Ini tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, tapi menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Mahfud.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, DPRD Kendal siap mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk peran keluarga, sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus pada aktivitas yang meresahkan selama Ramadan.
Sementara itu, Kapolres Kendal Hendry Susanto Sianipar memaparkan bahwa pihaknya telah meningkatkan langkah-langkah pengamanan selama Ramadan. Dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2026, Polres Kendal berhasil mengungkap dua kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 0,12584 gram, ganja 1,70 gram, serta ribuan butir obat-obatan terlarang. Polisi juga mengamankan 3,3 kilogram bahan petasan dari dua kasus berbeda.
“Patroli Unit Kecil Lengkap kami tingkatkan, terutama pada malam hari, untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas seperti tawuran dan aktivitas kelompok pemuda,” jelas Kapolres. Selain itu, pleton siaga Bhayangkara juga disiapkan untuk membantu penanganan bencana, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Kendal.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menekankan pentingnya pendekatan persuasif kepada masyarakat. Menurutnya, menjaga kondusivitas Ramadan tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
“Pendekatan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda harus terus diperkuat agar Ramadan bisa dijalani dengan aman dan khusyuk,” ujarnya.
Pewarta: Fuad Dwi I
Editor: Riyadi








