Trump Kritik Keras Eropa Soal Perang Ukraina, Singgung Dukungan AS Bisa Dikorbankan

- Pewarta

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Istimewa/Wawasannews)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Istimewa/Wawasannews)

WASHINGTON, Wawasannews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras kepada negara-negara Eropa terkait penanganan krisis migrasi dan upaya mengakhiri perang di Ukraina. Dalam pernyataannya yang disiarkan media asing, Trump menuding beberapa pihak di Eropa kalah langkah dan membiarkan Kyiv “berjuang hingga tumbang”, sekaligus mengisyaratkan kemungkinan pengurangan dukungan AS kepada Ukraina jika kesepakatan damai yang dianggap merugikan Amerika tidak tercapai.

 

Kritik Trump mendapat respons tegas dari Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, yang menegaskan bahwa Eropa justru menunjukkan komitmen melalui peningkatan investasi pertahanan dan dukungan finansial untuk Kyiv. Cooper menilai pernyataan yang menyudutkan Eropa tidak mencerminkan realitas upaya kolektif yang tengah dibangun untuk mengakhiri konflik.

Baca Juga  Lansia yang Hilang di Kalilumpang Ditemukan di Aliran Sungai Siroto Patean

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam dinamika diplomatik yang berkembang, Trump diketahui makin intensif mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membuka ruang negosiasi yang menurutnya dapat mempercepat perdamaian — meski dengan konsekuensi penyerahan sebagian wilayah. Tekanan itu memicu kekhawatiran bahwa langkah Washington berpotensi memaksa kompromi yang tidak diterima Kyiv.

 

Di sisi lain, Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina bersama mitra-mitra Eropa sedang menyiapkan paket kebijakan komprehensif untuk mengakhiri perang. Ia berencana menyampaikan proposal tersebut kepada Amerika Serikat dan sekutu lainnya, sebagai upaya mencari solusi yang tetap menjaga kedaulatan negara dan keselamatan warga sipil.

 

Perdebatan ini berlangsung hanya sehari setelah para pemimpin Eropa bertemu di London untuk mengoordinasikan strategi bersama. Trump menilai pertemuan tersebut belum menghasilkan tindakan nyata, sementara pihak Eropa menegaskan perlunya konsolidasi kebijakan dan dukungan berkelanjutan, termasuk langkah-langkah untuk menekan agresi Rusia yang terus menggunakan serangan drone dan rudal.

Baca Juga  Potensi Sesar Aktif di Kendal: ‘Garis Luka’ Bumi yang Masih Bernapas

 

Pernyataan Trump dan respons Eropa menempatkan Washington pada titik perhatian internasional: apakah AS akan memainkan peran pendorong resolusi diplomatik yang sejalan dengan arahan sekutu, atau mengambil langkah yang memaksa kompromi geopolitik yang menimbulkan kontroversi. Pengamat menilai dialog intens antarpemimpin tetap krusial agar proses perdamaian tidak mengabaikan hak dan keselamatan rakyat Ukraina.

 

Situasi saat ini memperlihatkan kompleksitas diplomasi perang—di mana tekanan politik, kepentingan strategis, dan keselamatan sipil saling bertaut. Indonesia dan negara-negara kawasan terus mengamati perkembangan ini, sambil berharap agar upaya kolektif internasional mengutamakan kesepakatan yang adil dan berkelanjutan. (ucl)

 

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru