Menteri PU Tegaskan Infrastruktur Harus Bangun Kepercayaan dan Kolaborasi Lintas Sektor

- Pewarta

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU Dody Hanggodo saat memberikan kuliah umum pada Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga di Surabaya. (Istimewa/Wawasannews)

Menteri PU Dody Hanggodo saat memberikan kuliah umum pada Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga di Surabaya. (Istimewa/Wawasannews)

SURABAYA, Wawasannews – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada aspek fisiknya semata. Menurutnya, pembangunan harus berlanjut menjadi kepercayaan publik dan kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan.

Hal itu disampaikan Dody saat menjadi pembicara dalam Studium Generale Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (Unair), Jumat (14/11/2025). Ia menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi hexahelix, yakni kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta lembaga pertahanan nasional.

“Setiap jalan yang dibangun bukan hanya jalur logistik, tetapi jalur pemerataan kesejahteraan,” ujar Dody. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan infrastruktur nasional berpijak pada Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, termasuk penguatan ketahanan pangan, energi, air, percepatan hilirisasi, ekonomi hijau dan digital, serta penegakan ideologi bangsa.

Baca Juga  Kebakaran Hutan Australia: 1 Pemadam Tewas, Hampir 40 Rumah Hancur di NSW dan Tasmania

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dody juga menyoroti pentingnya keberadaan bendungan. “Setiap bendungan bukan hanya bangunan air, tetapi penyangga kedaulatan pangan dan energi. Itulah makna dari infrastruktur berkeadilan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Menteri PU, infrastruktur merupakan alat negara untuk melindungi rakyat, memperkuat kemandirian bangsa, dan menegakkan keadilan sosial. Prinsip dasar pembangunan yang dilakukan Kementerian PU, kata Dody, ialah “Lindungi dulu, sejahterakan kemudian.”

Sementara itu, Rektor Universitas Airlangga Muhammad Madyan menyebut kehadiran Menteri PU di forum akademis sebagai bukti kuatnya hubungan antara dunia pendidikan dan sektor pembangunan. Ia menilai pembangunan berkelanjutan harus menjadi prinsip dasar agar kemajuan hari ini tidak mengorbankan generasi mendatang.

Baca Juga  Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Mobil Pengantar Makanan di RS Koja

Menurut Madyan, kerja sama riset dan inovasi antara Unair dan Kementerian PU akan memperkuat upaya pembangunan berkeadilan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan menuju Indonesia Emas 2045. Perguruan tinggi, tambahnya, memegang peran strategis dalam memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat luas. (Ucl)

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru