Puan Maharani: Gedung DPR Itu Rumah Rakyat, Tapi Tak Bisa Dimasuki Sembarangan

- Pewarta

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sambutan Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa tidak semua orang dapat masuk ke Gedung DPR RI. (wawasannews)

Sambutan Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa tidak semua orang dapat masuk ke Gedung DPR RI. (wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa tidak semua orang dapat masuk ke Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta, tanpa izin. Ia menekankan bahwa meski DPR disebut sebagai “rumah rakyat”, bukan berarti siapa pun boleh memasukinya begitu saja tanpa prosedur yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Puan saat berbicara di hadapan peserta Parlemen Remaja 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (6/11/2025).

“Kami ingin membuka gedung DPR ini untuk kegiatan yang positif. Membuka itu bukan berarti gerbangnya dibuka, lalu semua orang bisa masuk tanpa permisi, tanpa assalamualaikum, tanpa ketok pintu dulu,” ujar Puan di hadapan para peserta.

Ia kemudian mengibaratkan Gedung DPR seperti rumah pribadi yang tidak bisa dimasuki sembarangan. “Rumah kalian saja kalau mau masuk kan harus ketok dulu, harus permisi. Enggak bisa ada orang mau bertamu lalu langsung masuk begitu saja. Kan enggak sopan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Puan menjelaskan bahwa Gedung DPR merupakan obyek vital negara yang memiliki aturan ketat terkait akses masuk. “Obyek vital itu artinya gedung milik negara yang dilindungi. Jadi enggak boleh sembarangan masuk. Harus daftar dulu, menyampaikan siapa dirinya, dan apa tujuannya datang,” tegasnya.

Puan mengajak masyarakat untuk memahami dan menghormati aturan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika saat berinteraksi dengan lembaga negara. “Kalau ke rumah orang kan juga harus tahu sopan santun. Kalau belum diizinkan masuk ya jangan memaksa. Kalau boleh, silakan,” katanya.

Menurut Puan, keterbukaan DPR tetap dijaga, namun dalam koridor kegiatan positif dan sesuai tata tertib yang berlaku. Ia berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat memahami bahwa demokrasi berjalan bersama dengan etika dan aturan yang harus dihormati bersama. (fuad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perhutani Kucurkan Bantuan untuk Benahi Fasilitas TK Tunas Rimba 1 Mangkang
Tekan Angka Kecelakaan, Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Dimulai Hari Ini
218 Sertipikat Tanah Dibagikan di Limbangan, Warga Kedungboto Peroleh Kepastian Hukum
DPRD Kendal Sepakati Raperda Kades, Pengangkatan hingga Pemberhentian Perangkat Desa Diatur
Pelatihan Vokasi Disperinaker Kendal, 93 Lulusan Dibekali Jalan Menuju Dunia Kerja
Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Dimulai, Polres Kendal Kedepankan Penindakan Tegas dan Terukur
Kabar Duka, Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat Usai Operasi Jantung di Rusia
Ketua DPRD Kendal Hadiri Pertemuan Corps Provost Banser, Perkuat Sinergi dengan Ansor-Banser

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:29

Perhutani Kucurkan Bantuan untuk Benahi Fasilitas TK Tunas Rimba 1 Mangkang

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:15

Tekan Angka Kecelakaan, Operasi Patuh Candi 2026 Resmi Dimulai Hari Ini

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:10

218 Sertipikat Tanah Dibagikan di Limbangan, Warga Kedungboto Peroleh Kepastian Hukum

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:34

DPRD Kendal Sepakati Raperda Kades, Pengangkatan hingga Pemberhentian Perangkat Desa Diatur

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:31

Pelatihan Vokasi Disperinaker Kendal, 93 Lulusan Dibekali Jalan Menuju Dunia Kerja

Berita Terbaru

Secret Link