Pesantren Al Musyaffa’ Jadi Percontohan Kemandirian Gizi Santri di Kendal

- Pewarta

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

KENDAL, Wawasannews.com – Pondok Pesantren Al Musyaffa’ di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, kini memiliki dapur bergizi yang diharapkan menjadi model kemandirian pangan di pesantren. Ribuan santri di lembaga ini mulai merasakan manfaat Program Bergizi untuk Generasi Negeri (BGN) melalui Satuan Penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (SPPG) yang baru saja diresmikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peresmian dapur tersebut bertepatan dengan Haul ke-40 KH. Musyaffa’, yang dihadiri lebih dari 25 ribu jamaah. Dalam momentum itu, sekitar 4.000 porsi makanan sehat dibagikan, terdiri atas 3.000 porsi untuk santri dan 1.000 porsi bagi siswa sekolah sekitar. Menu yang disajikan beragam, mulai dari buah segar, kebab, hingga lauk bernutrisi.

Baca Juga  Prabowo Salurkan 140 Becak Listrik untuk Abang Becak di Kendal, Ringankan Beban dan Dorong Kesejahteraan

Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN, Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, MM, menekankan bahwa hadirnya dapur ini tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

“Alhamdulillah, santri kini bisa makan tiga kali sehari dari sebelumnya hanya dua kali. Tapi lebih dari itu, setiap piring makanan sehat adalah investasi emas bagi masa depan Indonesia,” ucapnya.

Nyoto menambahkan, potensi pangan lokal Kendal seperti beras, sayuran, dan ikan menjadi penopang utama keberhasilan program. Dapur bergizi, menurutnya, adalah bagian dari perjuangan membangun bangsa, karena santri yang sehat akan lebih bersemangat menimba ilmu.

Senada, Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn) Drs. Erwin Chahara Rusmana, M.Hum, menyebut program makan bergizi gratis sebagai modal penting menyiapkan generasi unggul.

Baca Juga  Pemkab Bekasi Siapkan Retribusi Limbah Logam untuk Dongkrak PAD dan Pembangunan Daerah

“Santri yang sehat jasmani dan cerdas intelektual akan lebih siap menghadapi tantangan Indonesia ke depan,” ujarnya.

Saat ini, Program BGN telah menghadirkan 8.746 dapur bergizi di berbagai daerah dengan penerima manfaat 25,4 juta jiwa. Di Kendal sendiri, dari 93 kuota dapur bergizi, baru 25 yang beroperasi, melayani 86.277 jiwa. Dengan hadirnya dapur di Pesantren Al Musyaffa’, langkah menuju pemenuhan gizi pesantren di Kendal semakin nyata.(Red)

 

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru