
Opini | Selasa, 21 Juli 2026 - 15:14
Ada malam-malam yang ditulis bukan oleh tinta, melainkan oleh langkah kaki ribuan orang yang berjalan searah. Sabtu malam itu, di Aula Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, langkah itu berhenti di satu titik: Gus Yusuf. Dua puluh dua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah datang bukan untuk berkunjung, tapi untuk melamar—”Lamaran Agung”, begitu mereka menyebutnya, sebuah…