KENDAL, Wawasannews.com – Genap setahun kepemimpinan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Wakil Bupati Benny Karnadi, Pemerintah Kabupaten Kendal terus menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, duet pimpinan daerah ini langsung melakukan pembenahan di berbagai sektor strategis, mulai dari perekonomian, infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Kendal periode 2025–2030, yakni mewujudkan Kabupaten Kendal yang maju, sejahtera, adil, makmur, lestari, dan berkelanjutan.
Pada sektor perekonomian, Kabupaten Kendal mencatatkan capaian positif. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2025 secara year on year mencapai 8,84 persen, meningkat signifikan dibanding tahun 2024 yang berada di angka 5,42 persen.
Capaian tersebut bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Jawa Tengah yang masing-masing tercatat 5,04 persen dan 5,37 persen. Sektor industri menjadi penyumbang terbesar, seiring berkembangnya jumlah perusahaan yang kini mencapai 258 unit, termasuk yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.
Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal sepanjang 2025 mencapai Rp15,85 triliun, menjadikan Kendal sebagai daerah dengan nilai investasi tertinggi di Jawa Tengah.
Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 tercatat 4,60 persen, turun dibanding tahun sebelumnya sebesar 5,01 persen.
Sejumlah program terus digencarkan untuk menekan TPT, di antaranya Kendal Job Fair 2025, pengembangan aplikasi Kendal Karir, pelatihan tenaga kerja, serta kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kendal.
Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tersebut turut berdampak pada penurunan angka kemiskinan.
“Tingkat kemiskinan Kabupaten Kendal tahun 2025 mencapai 8,40 persen. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 sebesar 9,35 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat sekaligus efektivitas program pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya penurunan kemiskinan dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, serta penguatan perlindungan sosial. Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak seperti dunia usaha, Baznas, dan kalangan akademisi terus diperkuat.
Infrastruktur Dikebut, Puluhan Proyek Terselesaikan
Di sektor infrastruktur, pembangunan terus dikebut. Sepanjang tahun 2025, tercatat 63 paket lelang tender berhasil diselesaikan, terdiri dari 56 paket pekerjaan konstruksi dan sisanya pengadaan lainnya. Total pagu anggaran mencapai Rp97,42 miliar.
Sejumlah proyek strategis yang telah direalisasikan antara lain rekonstruksi Jalan Boja–Kaligading, penggantian jembatan Jalan Wonosari–Kartikajaya, rekonstruksi Jalan Sendang Sikucing–Larangan, pembangunan Gedung Onkologi, serta Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah.
Pemerintah Kabupaten Kendal memastikan pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan, sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.(Red)








