Sekum PP IPNU Agus Suherman Tanjung: Isu Makar Jadi Ancaman Nyata, Masyarakat Diminta Waspada

- Pewarta

Sabtu, 11 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekum PP IPNU Agus Suherman Tanjung saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan IPNU. (Foto: Istimewa)

Sekum PP IPNU Agus Suherman Tanjung saat memberikan sambutan dalam sebuah kegiatan IPNU. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Wawasannews.com – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Agus Tanjung, menyampaikan pernyataan tegas terkait maraknya isu ajakan makar dan narasi chaos yang berkembang di ruang publik, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar bentuk perbedaan pendapat, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan keutuhan bangsa.

“Ini bukan lagi soal kritik atau kebebasan berpendapat. Ajakan makar adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap konstitusi dan upaya merusak tatanan negara. Tidak boleh ada toleransi terhadap gerakan yang ingin menyeret Indonesia ke jurang kekacauan,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi yang memberikan ruang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara sah. Oleh karena itu, segala bentuk mobilisasi yang mengarah pada delegitimasi pemerintahan secara inkonstitusional dinilai sebagai tindakan berbahaya yang harus ditolak bersama.

Baca Juga  Sekolah Terendam Banjir, Puluhan Siswa di Kendal Terpaksa Diliburkan

“Kalau ada pihak-pihak yang sengaja memainkan isu chaos, menyebar ketakutan, dan memprovokasi masyarakat, maka itu bukan gerakan moral, tapi agenda destruktif yang mengancam masa depan bangsa,” lanjutnya.

Agus juga mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh menjadi korban propaganda politik yang menyesatkan. Ia menegaskan, IPNU akan berada di garis depan dalam menjaga stabilitas nasional serta melawan berbagai bentuk disinformasi.

Di sisi lain, ia menyoroti kondisi global yang tengah berada dalam tekanan akibat konflik geopolitik dan perang di berbagai kawasan dunia. Dampaknya, kata dia, dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

“Harus diakui, dunia sedang tidak baik-baik saja. Krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman resesi global adalah realitas yang dihadapi semua negara. Tapi di tengah situasi itu, Indonesia justru mampu menjaga stabilitasnya dengan cukup baik,” ujarnya.

Baca Juga  BNPB Paparkan Kondisi Terkini Banjir dan Longsor di Tapanuli, Akses Bantuan Terus Diperkuat

Ia mencontohkan langkah pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat, seperti kebijakan tidak menaikkan harga minyak di tengah lonjakan harga global akibat gangguan rantai pasok energi.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga stabilitas di tengah situasi global yang tidak menentu. Oleh karena itu, upaya menggiring opini publik ke arah ketidakstabilan dinilai sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

“Ketika pemerintah sedang bekerja menjaga stabilitas dan melindungi rakyat, justru ada pihak yang ingin merusaknya dengan narasi makar dan chaos. Ini harus dilawan, karena yang dipertaruhkan adalah nasib seluruh bangsa,” katanya.

Agus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap tegas dengan menolak segala bentuk provokasi, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga ruang publik dari narasi kebencian dan disinformasi.

Baca Juga  Gol Telat Sesko Selamatkan King MU di London, West Ham Gagal Kunci Tiga Poin

“Jangan beri ruang bagi perusak bangsa. Indonesia tidak boleh mundur hanya karena ambisi segelintir kelompok. Kita harus berdiri tegak menjaga konstitusi, menjaga persatuan, dan memastikan masa depan bangsa tetap aman,” pungkasnya.

 

Pewarta : Zidnal Muna

Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PSIS Semarang Bidik Kemenangan di Kandang Persiku Kudus
Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri
Kendal Hasilkan 437 Ton Sampah per Hari, 100 Ton Akan Diolah Jadi Energi di Semarang
Tunggakan Lunas, SPPG Protomulyo Diharapkan Segera Beroperasi Kembali
Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah
Kwarcab Kendal Lantik Mabiran dan Kwaran Ringinarum, Soroti Tantangan AI dalam Pramuka
PDKN Genap 11 Tahun: Refleksi dan Arah Gerak di Era Disrupsi
KPK Dorong Pemkab Kendal Perkuat Integritas ASN Cegah Korupsi

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 23:03

Sekum PP IPNU Agus Suherman Tanjung: Isu Makar Jadi Ancaman Nyata, Masyarakat Diminta Waspada

Sabtu, 11 April 2026 - 17:56

PSIS Semarang Bidik Kemenangan di Kandang Persiku Kudus

Jumat, 10 April 2026 - 20:26

Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri

Jumat, 10 April 2026 - 16:59

Kendal Hasilkan 437 Ton Sampah per Hari, 100 Ton Akan Diolah Jadi Energi di Semarang

Jumat, 10 April 2026 - 16:15

Tunggakan Lunas, SPPG Protomulyo Diharapkan Segera Beroperasi Kembali

Berita Terbaru