Kemenkop Percepat Operasional Kopdes Merah Putih lewat Program Magang di Kopontren Al-Ittifaq

- Pewarta

Senin, 17 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deputi Kemenkop UKM Destry Anna Sari membuka program magang pengurus Kopdes Merah Putih di Kopontren Al-Ittifaq. (Istimewa/Wawasannews)

Deputi Kemenkop UKM Destry Anna Sari membuka program magang pengurus Kopdes Merah Putih di Kopontren Al-Ittifaq. (Istimewa/Wawasannews)

Bandung, Wawasannews.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih melalui program magang bagi para pengurus. Program ini dirancang agar pengurus mampu membangun ekosistem bisnis koperasi yang modern dan berkelanjutan.

Salah satu lokasi magang yang dipilih adalah Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang selama ini dikenal sebagai koperasi dengan sistem agribisnis terpadu dan terhubung dengan pasar modern.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, mengatakan program magang menjadi sarana pembelajaran lapangan yang disusun untuk memperkuat kapasitas pengurus Kopdes Merah Putih.
“Kami terus mendorong Kopdes Merah Putih mampu membangun ekosistem dan kemitraan bisnis, dengan dukungan dari Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS), Programma Uitzending Manager (PUM) Representative Indonesia, dan perguruan tinggi,” ujarnya saat membuka program magang di Kopontren Al-Ittifaq Bandung, Minggu.

Baca Juga  Keadilan Ekologis Dipertaruhkan: Saat Bencana Alam Menghantam Lingkungan dan Melumpuhkan Pendidikan

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelombang pertama program magang berlangsung pada 15–22 November 2025 dan diikuti sebanyak 38 peserta dari empat provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Secara keseluruhan, program ini diikuti 114 peserta dari 24 provinsi yang mengikuti tiga gelombang kegiatan. Metode kegiatannya mencakup pembekalan materi, studi kunjungan, dan praktik langsung di lapangan.

Destry menyebutkan Kopontren Al-Ittifaq menjadi contoh sukses penerapan pertanian terpadu yang memiliki hubungan kuat dengan pasar modern.
“Sistem agribisnis yang diterapkan Al-Ittifaq sudah terhubung dengan berbagai pasar modern, seperti supermarket, sehingga peserta magang bisa mempelajari rantai agribisnis secara lengkap dari hulu sampai hilir,” katanya.

Baca Juga  Pramuka Peduli Kwarcab Kendal Resmi Dilantik, Siap Perkuat Aksi Kemanusiaan

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, menilai praktik lapangan akan memberikan dampak lebih besar terhadap peningkatan kualitas pengurus Kopdes. Ia menilai selain memahami manajemen mutu, adaptasi terhadap digitalisasi menjadi syarat penting pengembangan koperasi modern.
“Selain manajemen mutu, pengurus harus adaptif terhadap digitalisasi agar koperasi menjadi modern,” ujarnya.

CEO Kopontren Al-Ittifaq, Setia Irawan, berharap program magang dapat menjadi ruang bagi peserta untuk menemukan formula inovasi yang bisa diterapkan di daerah masing-masing. Ia menjelaskan bahwa peserta mendapatkan pembekalan terkait rantai pasok produk, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan produksi, hingga perencanaan jangka panjang.
“Kami adalah koperasi berbasis komunitas dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Maka, peserta magang bisa menggali bagaimana koperasi berbasis komunitas,” katanya. (Zdl)

Baca Juga  Tiga Pemuda Hanyut di Sungai Bodri Kendal, Satu Korban Masih Dalam Pencarian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jelang All England 2026, Fajar/Fikri dan Ben/Sean Saling Apresiasi Usai Latihan Bersama di Inggris
Safari Ramadan di Polres Kendal Perkuat Sinergi Pemkab dan TNI-Polri Jaga Kamtibmas
Pesantren Ramadan SMK Muhammadiyah 2 Boja Perkuat Karakter Religius dan Budi Pekerti Siswa
Kampung Ramadhan 1447 H di RSI Kendal Jadi Destinasi Ngabuburit Favorit Warga
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Duel Panas Madrid vs Benfica Warnai Playoff Liga Champions, Juventus di Ujung Tanduk
King MU Belum Terkalahkan Bersama Carrick, Tapi Standar Tinggi Belum Tercapai
12 Tim Lolos ke 16 Besar Liga Champions 2025/2026, Bodo/Glimt Singkirkan Inter!

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:35

Jelang All England 2026, Fajar/Fikri dan Ben/Sean Saling Apresiasi Usai Latihan Bersama di Inggris

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:26

Safari Ramadan di Polres Kendal Perkuat Sinergi Pemkab dan TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:19

Pesantren Ramadan SMK Muhammadiyah 2 Boja Perkuat Karakter Religius dan Budi Pekerti Siswa

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:55

Kampung Ramadhan 1447 H di RSI Kendal Jadi Destinasi Ngabuburit Favorit Warga

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:26

BAZNAS Tegaskan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru