817 Hotspot Terdeteksi di Indonesia dalam 24 Jam Terakhir: BMKG Imbau Waspada Karhutla

- Pewarta

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

817 Hotspot Terdeteksi di Indonesia dalam 24 Jam Terakhir: BMKG Imbau Waspada Karhutla

817 Hotspot Terdeteksi di Indonesia dalam 24 Jam Terakhir: BMKG Imbau Waspada Karhutla

JAKARTA, Wawasannews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peningkatan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Indonesia. Dalam 24 jam terakhir per Jumat (24/10/2025), tercatat 817 hotspot terdeteksi oleh sistem satelit Terra & Aqua MODIS.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa lonjakan ini terjadi akibat kombinasi faktor cuaca ekstrem dan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Provinsi dengan titik panas terbanyak meliputi Kalimantan Tengah (235 titik), Kalimantan Barat (188 titik), dan Sumatera Selatan (141 titik).

“Sebagian besar hotspot memiliki tingkat kepercayaan tinggi, artinya ada potensi nyata terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelas Dwikorita.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera menurunkan tim patroli darat serta mengaktifkan satuan tugas udara untuk melakukan water bombing di beberapa lokasi prioritas. Sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan status siaga darurat jika intensitas kebakaran meningkat.

Data BMKG menunjukkan, indeks kekeringan meteorologis di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera masih berada pada level waspada-siaga. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya curah hujan dalam dua minggu terakhir.

Ahli lingkungan dari Universitas Gadjah Mada, Ratri Puspitasari, menilai peningkatan hotspot menjadi alarm serius menjelang puncak musim kering. “Perlu pengawasan lebih ketat terhadap konsesi perkebunan dan hutan tanaman industri yang rawan membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Baca Juga  Abdul Hamid: Pesantren Adalah Pendidikan Khas Asli Indonesia

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, serta melapor ke posko terdekat bila menemukan asap tebal di area perkebunan atau hutan. BMKG juga mengingatkan potensi kabut asap lintas provinsi bila angin bertiup kencang dari arah barat daya. (Red)

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru