Kemenag–LPDP Dorong Dosen PTKIN Aktif dalam Riset Kolaboratif Nasional

- Pewarta

Selasa, 7 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund Tahun 2025 di IAIN Bone, Rabu (1/10) | Foto : Alim

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund Tahun 2025 di IAIN Bone, Rabu (1/10) | Foto : Alim

BONE, Wawasannews – Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan produktivitas riset di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Melalui program Riset Kolaboratif LPDP–Kemenag (MoRA The Air Fund), para dosen diajak untuk berperan aktif menghasilkan penelitian yang inovatif, multidisipliner, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam kegiatan Sosialisasi Program Penelitian Kolaboratif MoRA The Air Fund Tahun 2025 di IAIN Bone, Rabu (1/10).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Senat IAIN Bone itu dipandu oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Amir, M.Ag., dan dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, hingga dosen lintas fakultas.

Baca Juga  Anggota MPR RI Edo Tekankan Pilar Kebangsaan kepada Masyarakat Brebes

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruchman menegaskan, program riset kolaboratif ini menjadi peluang besar bagi dosen PTKIN untuk berkontribusi lebih luas melalui karya penelitian yang terukur dan bermanfaat.

“Sudah saatnya dosen PTKIN unjuk gigi. Gunakan anggaran MoRA The Air Fund ini sebaik mungkin untuk riset yang produktif dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada dua kendala klasik yang sering dihadapi perguruan tinggi dalam riset, yakni keterbatasan anggaran serta minimnya fasilitas dan infrastruktur penelitian.

“Banyak institusi riset kita masih kekurangan peralatan modern, terutama di bidang sains dan teknologi. Ini perlu diperkuat bersama,” terang Ruchman.

Lebih jauh, aktivis 1998 itu menilai bahwa peningkatan riset tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga perubahan paradigma. Ia menyebut tiga pergeseran penting yang harus dilakukan akademisi:

  1. Riset keagamaan perlu bergerak dari pola normatif menuju pendekatan multidisipliner.

  2. Pendanaan terbatas perlu diperluas melalui kolaborasi lintas lembaga.

  3. Kajian berbasis teks harus dikembangkan menjadi riset empiris yang relevan dengan persoalan sosial.

Baca Juga  Mengenal Pagar Nusa, Organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang Berdiri Sejak 1986

Selama tiga tahun ke depan (2024–2026), LPDP mengalokasikan dana Rp50 miliar setiap tahun untuk mendukung program Riset Indonesia Bangkit – MoRA The Air Fund.

Program ini diharapkan mampu memperkuat budaya riset di PTKIN, meningkatkan publikasi internasional, serta mendorong lahirnya inovasi dan rekomendasi kebijakan publik berbasis data dan riset yang kredibel.

Dalam kesempatan itu, Ruchman juga memaparkan mekanisme pengajuan, kategori riset, serta tata cara pemanfaatan dana. Ia menyampaikan bahwa pendaftaran MoRA The Air Fund tahun 2025 akan resmi dibuka pada 13 Oktober mendatang.

“Kemenag ingin memastikan dosen PTKIN memiliki akses dan semangat yang sama dalam berinovasi melalui riset kolaboratif nasional,” pungkasnya (Red)

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru