BREBES, Wawasannews.com – Anggota MPR RI, Eka Widodo, mengingatkan pentingnya merawat persaudaraan di tengah dinamika perbedaan pandangan yang kerap muncul di masyarakat. Pesan kebangsaan tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Brebes di Hotel Dedy Jaya, Brebes, Minggu (13/9/2026).
Pria yang akrab disapa Edo ini mengajak warga Nahdliyin untuk tidak lagi melihat Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sekadar sebagai hafalan materi. Menurutnya, keempat pilar tersebut justru menemukan ujian aslinya saat dipraktikkan dalam penyelesaian konflik dan menjaga keharmonisan di kehidupan sehari-hari.
“Persatuan itu bukan berarti harus menyeragamkan pikiran semua orang. Demokrasi sudah memberikan ruang bagi kita untuk berbeda pilihan. Tapi ingat, setelah urusan pilihan itu selesai, kita ini tetap bertetangga, tetap bersaudara. Jangan sampai ikatan sosial dan ukhuwah kita putus hanya karena beda pandangan,” tegas Edo.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan era digital di mana arus informasi mengalir deras tanpa filter. Edo menilai keluarga besar NU memiliki peran strategis sebagai benteng informasi di masyarakat. Warga Nahdliyin tidak boleh hanya berhenti sebagai penerima informasi, tetapi harus mampu menjadi pihak yang memberikan pencerahan di akar rumput.
“Warga Nahdliyin dan anak-anak muda NU jangan gampang termakan hoaks, ujaran kebencian, atau ikut-ikutan menyebar konflik. Kalau ada perbedaan pendapat atau informasi yang memanas di masyarakat, NU harus hadir memberi konteks dan mendinginkan suasana. Di titik inilah nilai-nilai kebangsaan kita benar-benar bekerja,” tambahnya.
Gayung bersambut, kader muda NU Brebes, Ferial Farkhan I.A., sepakat bahwa wawasan kebangsaan harus mampu menjawab persoalan nyata di lapangan, bukan sekadar menjadi diskusi di dalam forum.
“Kader muda hari ini berhadapan langsung dengan realitas masyarakat yang sangat dinamis. Kami ingin membangun cara pandang yang dewasa. Berbeda pendapat itu wajar, dan tidak berarti harus bermusuhan. Justru di situlah kualitas kebangsaan dan ke-NU-an kita diuji,” ujar Ferial. (Red)






