BNPB dan BPBD Jateng Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Gunung Slamet untuk Tekan Risiko Banjir

- Pewarta

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilot dan kru pesawat BNPB berfoto bersama sebelum pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah, sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi dan pengendalian curah hujan ekstrem. (Istimewa/Wawasannews)

Pilot dan kru pesawat BNPB berfoto bersama sebelum pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah, sebagai upaya mitigasi bencana hidrometeorologi dan pengendalian curah hujan ekstrem. (Istimewa/Wawasannews)

TEGAL, WawasanNews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Gunung Slamet dan sekitarnya, Minggu (25/1/2026). Operasi ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan menggunakan pesawat PAC 750 XSTOL dengan registrasi PK-SCJ yang dioperasikan oleh PT Makson Sukses Pratama. Penyemaian awan dilakukan dengan bahan kalsium oksida (CaO) di area yang telah ditetapkan sebagai wilayah sasaran.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca bukan bertujuan menghentikan hujan, melainkan untuk mengurangi intensitas curah hujan agar tidak meningkatkan risiko banjir dan bencana lanjutan.

“Operasi modifikasi cuaca ini bukan untuk menghentikan hujan, tetapi mengurangi intensitas curah hujan agar tidak menambah debit air di wilayah rawan banjir,” ujar Suharyanto.

Menurut BNPB, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan berdasarkan hasil analisis cuaca yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Analisis tersebut digunakan untuk menentukan waktu, lokasi, serta metode penyemaian awan yang dilakukan di lapisan atmosfer tertentu.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto menjelaskan bahwa modifikasi cuaca merupakan bagian dari manajemen curah hujan ekstrem dan tidak dimaksudkan untuk menghilangkan hujan secara total.

“Modifikasi cuaca merupakan bagian dari manajemen curah hujan ekstrem, bukan untuk menghilangkan hujan secara total,” kata Goeroeh.

BMKG menyebutkan bahwa pelaksanaan operasi didasarkan pada pemantauan dinamika atmosfer dan citra satelit cuaca untuk melihat potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Tengah.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan bahwa modifikasi cuaca merupakan salah satu upaya mitigasi bencana hidrometeorologi yang terus dilakukan.

“Modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya mitigasi bencana hidrometeorologi untuk mengurangi dampak hujan ekstrem,” ujarnya.

Operasi modifikasi cuaca ini bukan kali pertama dilakukan di Jawa Tengah. Sebelumnya, BNPB bersama BMKG dan pemerintah daerah juga melaksanakan operasi serupa pada sejumlah periode musim hujan saat potensi bencana meningkat.

Pada 13 hingga 19 Januari 2024, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Muria Raya, meliputi Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara, sebagai bagian dari penanganan darurat banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Selanjutnya, pada awal Februari 2025, BNPB kembali menggelar operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian tengah dan selatan, menyusul meningkatnya potensi hujan ekstrem berdasarkan analisis BMKG. Operasi tersebut dilakukan secara situasional dan dievaluasi secara berkala.

BNPB menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan operasi modifikasi cuaca dilakukan berdasarkan analisis BMKG dan bersifat mitigasi non-struktural, dengan tujuan mengurangi intensitas hujan, bukan untuk menghentikan hujan secara total.

BNPB menyatakan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca di wilayah tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Babinsa Triharjo Kendal Berikan Penyuluhan kepada Mahasiswa KKN dan Warga
Kebakaran TPA Lama Darupono Berhasil Dikendalikan, TNI Bersama Tim Gabungan Cegah Api Meluas
Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng
SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng
PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun
Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
PAC GP Ansor Gemuh Gelar Pelantikan, Pengukuhan Banser dan MDS Rijalul Ansor serta Musykerancab I
Di KEK Kendal Segera Dibangun Kantor Unit Layanan Imigrasi, Investor Asing Kini Makin Dimudahkan

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:51

Cegah Karhutla, Babinsa Triharjo Kendal Berikan Penyuluhan kepada Mahasiswa KKN dan Warga

Senin, 14 September 2026 - 08:48

Kebakaran TPA Lama Darupono Berhasil Dikendalikan, TNI Bersama Tim Gabungan Cegah Api Meluas

Sabtu, 12 September 2026 - 12:35

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 10:12

SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng

Jumat, 11 September 2026 - 09:15

Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Secret Link