KENDAL, Wawasannews.com – Upaya normalisasi Sungai Kendal yang baru dilakukan sebulan terakhir rupanya belum mampu menahan laju air saat hujan deras mengguyur wilayah hulu. Sungai yang membelah jantung Kota Kendal itu kembali meluap dan menggenangi permukiman warga.
Normalisasi Sungai Kendal sebelumnya digarap Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Pusdataru Provinsi Jawa Tengah. Pengerukan difokuskan untuk mengatasi sedimentasi yang selama bertahun-tahun membuat alur sungai dangkal dan rawan meluap. Namun, pekerjaan tersebut baru menyentuh sepanjang kurang lebih satu kilometer, dari selatan Jembatan Masjid Agung hingga wilayah Kelurahan Balok.
Sementara itu, aliran sungai di sisi selatan Masjid Agung belum tersentuh normalisasi. Padatnya bangunan warga di sepanjang bantaran sungai menjadi kendala utama, karena menyulitkan akses alat berat untuk masuk ke lokasi pengerjaan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Hujan lebat yang turun sejak Sabtu sekitar pukul 20.30 WIB hingga 23.00 WIB membuat debit air Sungai Kendal meningkat tajam. Air yang tak tertampung akhirnya meluap dan mulai merendam kawasan permukiman di sekitarnya.
Mu’in, warga Kampung Warung Gede, Kelurahan Kebondalem, menuturkan air mulai merambat ke jalan raya sekitar pukul 02.00 WIB. Tak hanya jalan utama, genangan juga masuk ke gang-gang permukiman dan rumah warga dengan ketinggian bervariasi.
“Air naiknya pelan-pelan, lalu masuk ke gang dan rumah. Beberapa titik sempat sulit dilewati,” ujar Mu’in.
Pantauan di lapangan pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, genangan air berangsur surut seiring meredanya hujan. Meski demikian, warga yang tinggal di bantaran sungai tetap diliputi kekhawatiran, mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Kendal, sedikitnya enam kelurahan di Kecamatan Kendal terdampak banjir. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Kebondalem, Langenharjo, Pegulon, Pekauman, Patukangan, serta sebagian Kelurahan Balok, dengan ketinggian genangan antara 5 hingga 20 sentimeter. Warga pun diimbau tetap waspada menghadapi potensi hujan susulan.(Red)








