SEMARANG, Wawasannews.com – Anggota KPU Kota Semarang, Agus Supriyono, mengingatkan bahwa demokrasi tidak selalu lahir dari sorak sorai atau panggung besar. Menurutnya, demokrasi justru sering tumbuh dari kesungguhan kerja yang tenang, konsisten, dan berpegang pada prinsip.
Pesan tersebut disampaikan Agus Supriyono saat apel pagi internal KPU Kota Semarang, Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
“Demokrasi tidak selalu lahir dari sorak sorai. Ia sering tumbuh dari kesungguhan yang tenang, dari kerja yang tak selalu terlihat, dari orang-orang yang memilih rapi dalam prinsip dan rendah hati dalam peran,” ujar Agus.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Agus juga menyampaikan falsafah Jawa yang menurutnya relevan diterapkan dalam kerja sehari-hari sebagai penyelenggara pemilu.
“Ada falsafah Jawa yang bisa kita ingat dan diterapkan sehari-hari. Pertama, jangan terlalu serius melakukan sesuatu sehingga mengabaikan sekitar. Tidak perlu merasa yang paling hebat sehingga merugikan orang lain. Dan yang terakhir, jangan ingin semua dikerjakan sendiri, tidak memberikan ruang bagi orang lain,” kata Agus.
Agus yang saat ini menjabat sebagai Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan menilai bahwa mengelola tahapan pemilu sejatinya merupakan upaya merawat kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut, menurutnya, tidak menuntut panggung, melainkan keteguhan dan konsistensi dalam bekerja.
“Harapannya tugas dan pekerjaan kita selesai, sekaligus bisa menjadi rekan dan teman yang baik,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan jajaran KPU agar tetap serius dalam bekerja tanpa kehilangan kepekaan sosial. Ketegasan, kata Agus, harus berjalan beriringan dengan keterbukaan serta memberi ruang kolaborasi.
“Hari ini kita diingatkan, bekerja boleh serius, tetapi jangan kehilangan rasa. Menjalankan tugas boleh tegas, tetapi jangan menutup ruang bagi sesama,” tegasnya.
Menurut Agus, pelayanan publik bukanlah ajang untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, melainkan usaha bersama agar seluruh elemen tetap terlibat dalam proses demokrasi yang sehat dan berintegritas.
“Pelayanan publik bukan lomba menjadi paling hebat, melainkan upaya agar semua tetap terlibat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, apel pagi merupakan bagian dari agenda internal rutin di lingkungan KPU Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi serta penguatan nilai integritas dan profesionalisme penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugasnya. (Red)








