KENDAL, Wawasannews.com – Kabar baik datang dari pasar bumbu dapur di Kabupaten Kendal. Harga bawang merah yang sempat melonjak menjelang akhir tahun kini berangsur turun dan berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram. Penurunan harga ini disambut gembira oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
Salah satunya Ida (35), warga Kecamatan Gemuh, yang mengaku kini bisa kembali memasak dengan takaran bawang merah yang cukup. Sebelumnya, ia terpaksa mengurangi penggunaan bumbu karena harga yang tinggi.
“Waktu itu mahal, jadi bawangnya dikurangi. Rasanya memang beda. Sekarang alhamdulillah sudah turun, jadi bisa beli banyak,” ujar Ida, Jumat (2/1/2026).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ida menuturkan, sebelum pergantian tahun harga bawang merah sempat mencapai Rp10 ribu per seperempat kilogram. Setelah mengetahui harga turun, ia langsung membeli dalam jumlah lebih banyak sebagai stok, mengingat musim hujan kerap memicu kenaikan harga.
Sementara itu, dari sisi petani, Siti Marfuatin, petani bawang merah asal Gemuh, mengungkapkan bahwa harga bawang merah sempat berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram menjelang akhir 2025. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebabnya.
“Kalau sudah sering hujan, bawang yang siap panen harus segera dicabut. Kalau dibiarkan, risikonya busuk karena terus terkena air,” jelasnya.
Petani lainnya, Sodikin, menyebut dalam satu kali panen dirinya bisa menghasilkan sekitar 2,5 hingga 3 ton bawang merah. Dalam setahun, ia mampu melakukan panen hingga tiga kali dengan sistem tanam bergilir.
“Kita selang-seling tanam bawang dan tembakau. Alhamdulillah setahun ini bisa panen tiga kali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, turunnya harga bawang merah saat ini tak lepas dari masuknya masa panen petani. Namun, ia memprediksi harga berpotensi kembali naik jika curah hujan semakin tinggi.
“Bawang itu harus kering. Kalau sering kena air, kualitasnya turun dan mudah busuk,” katanya.
Ketua Petani Champion Bawang Merah Kendal, Akhmad Soleh, menyebut Kabupaten Kendal merupakan daerah penyumbang bawang merah terbesar keempat di Jawa Tengah. Sentra produksi bawang merah tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Gemuh, Ringinarum, Kangkung, Cepiring, Pegandon, dan Ngampel.
“Total anggota petani bawang merah sekitar 450 orang, tersebar di berbagai kelompok tani dengan jumlah yang beragam,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari optimistis Kendal akan terus menjadi sentra bawang merah skala besar di Jawa Tengah. Potensi lahan serta kualitas produk dinilai mampu bersaing secara regional maupun nasional.
“Kabupaten Kendal telah diakui Kementerian Pertanian sebagai daerah penyangga komoditas bawang merah. Ini menjadi peluang besar untuk terus dikembangkan,” pungkasnya. (zdl)








