SURAKARTA, Wawasannews.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah (DEMA FATA) UIN Raden Mas Said Surakarta resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “Tarbiyah Mengajar” pada hari ini, Senin (23/02/2026).
Perhelatan tersebut menjadi kolaborasi antara DEMA FATA, DEMA Universitas, seluruh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) se-Fakultas Tarbiyah, hingga mahasiswa umum yang memiliki jiwa pengabdian.
Ketua DEMA FATA, Muhammad Farhan Haqiqi, dalam orasi pembukaannya menegaskan bahwa program ini merupakan manifestasi konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian masyarakat.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita membuktikan bahwa ilmu Tarbiyah tidak boleh hanya terpenjara di dalam ruang kelas. Melalui ‘Tarbiyah Mengajar’, kita membawa teori ke dalam aksi nyata bagi warga sekitar kampus,” tegas Farhan.
Ia juga mengusung visi besar bertajuk “Masjid dan Tarbiyah”, sebagai upaya merevitalisasi peran masjid sebagai episentrum peradaban dan pusat edukasi, bukan sekadar tempat ibadah ritual. Materi yang diajarkan meliputi BTQ, Fiqh, hingga Akhlak dengan metode pembelajaran interaktif bagi anak-anak di lingkungan masjid sekitar kampus.
Program ini bersifat inklusif. Sukarelawan yang terlibat tidak hanya berasal dari pengurus organisasi mahasiswa, melainkan juga mahasiswa umum dari berbagai program studi di Fakultas Tarbiyah.

Dari total pendaftar, panitia meloloskan 55 sukarelawan terpilih atau sekitar 35 persen dari keseluruhan pelamar. Para relawan tersebut akan disebar ke berbagai titik masjid di sekitar area kampus UIN Raden Mas Said Surakarta.
Acara pembukaan turut dihadiri Dr. Rustam Ibrahim, M.Si., yang memberikan motivasi sekaligus membuka rangkaian program secara resmi. Ia berpesan agar mahasiswa menjadikan kegiatan ini sebagai laboratorium sosial untuk mengasah kompetensi pedagogis dan empati.
Dukungan juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah yang memandang inisiatif ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi fakultas di tengah masyarakat serta menjaga marwah almamater melalui pengabdian yang santun dan beradab.
Sebagai penutup, program ini direncanakan akan menghadirkan panggung bakat dan perlombaan bagi anak-anak didik di masjid.
“Fokus utamanya bukan pada menang atau kalah, melainkan bagaimana kita membangun mental juara, keberanian, dan rasa percaya diri mereka sejak dini,” pungkas Farhan dalam sambutannya.
Dengan dimulainya “Tarbiyah Mengajar”, Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menegaskan perannya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka secara sosial.
Pewarta: Fuad/Farhan
Editor: Riyadi








