Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran

- Pewarta

Sabtu, 10 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf usai hadir dalam Doa Bersama Mengawali 2026 di Kantor Kemensos, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf usai hadir dalam Doa Bersama Mengawali 2026 di Kantor Kemensos, Jakarta. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA  Wawasannews.com – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keterbukaan data penyaluran bantuan sosial (bansos) agar selaras dengan kondisi riil di lapangan. Transparansi ini menjadi fondasi utama untuk memastikan bansos tepat sasaran sekaligus membuka ruang koreksi dari publik.

Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan, pemerintah tidak menutup diri terhadap data yang dinilai tidak sesuai fakta. Justru sebaliknya, keterbukaan data dilakukan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam proses perbaikan.

“Pemerintah tidak akan menutup diri, apalagi menutup-nutupi data yang tidak sesuai kenyataan di lapangan,” ujar Gus Ipul usai menghadiri Doa Bersama Mengawali 2026 di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul mengungkapkan bahwa lebih dari tiga juta penerima bansos telah dialihkan kepada warga yang dinilai lebih memenuhi kriteria. Selain itu, sekitar sebelas juta peserta bantuan iuran juga mengalami penyesuaian agar tepat sasaran dan berkeadilan.

Kebijakan keterbukaan data ini sejalan dengan arahan Presiden yang meminta seluruh kementerian dan lembaga membuka akses data serta memperkuat konsolidasi basis data bantuan sosial nasional. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akurasi, dan efektivitas program perlindungan sosial.

“Jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Insya Allah kita akan memiliki data yang semakin akurat, sehingga penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Pemerintah juga mengakui bahwa proses pemutakhiran data masih membutuhkan waktu dan partisipasi aktif masyarakat. Koreksi berkelanjutan dari berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat validitas data sosial ekonomi nasional.

Sebagai informasi, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) resmi menjadi acuan penyaluran bansos sejak Februari 2025, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. DTSEN menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis utama bantuan sosial.

Sepanjang 2026, seluruh program bansos dipastikan menggunakan DTSEN yang diperbarui secara berkelanjutan. Pemutakhiran data dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial, serta diverifikasi melalui Musyawarah Desa (Musdes) guna memastikan akurasi hingga tingkat paling bawah. (fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman
Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah
Sidak Temukan IPAL Bermasalah, Tiga SPPG di Kendal Terancam Suspend jika Mangkir Perbaikan
PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan
Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata
Atasi Kekeringan dan Buka Peluang Ekonomi, Tambahsari Mulai Kembangkan Kaliringin Park
Sampel Makanan Korban Tak Tersedia, Penyebab Dugaan Keracunan MBG Batang Belum Terungkap
Laka Maut Depan PG Cepiring, Sopir Truk Box Tewas, Pengemudi Dump Truk Menghilang

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:24

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10

Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:43

Sidak Temukan IPAL Bermasalah, Tiga SPPG di Kendal Terancam Suspend jika Mangkir Perbaikan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:56

PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:23

Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata

Berita Terbaru

Secret Link