Wonosobo, Wawasannews.com – Pembina PW IPNU Jawa Tengah, Muhaimin, menegaskan bahwa pengelolaan data kader menjadi kunci penting untuk menyiapkan masa depan IPNU-IPPNU. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Turba Bimbingan Teknis (Bimtek) Sipadu dan Penguatan Tim Penggerak Komisariat di Gedung Muslimat NU Wonosobo, Minggu (14/12/2025).
Dalam sambutannya, Muhaimin menekankan bahwa data bukan sekadar arsip administratif, melainkan fondasi pengambilan keputusan organisasi dalam jangka panjang. “Merawat data merangkai masa depan. Masa yang akan datang harus dibangun melalui kolaborasi. Database akan menjadi tolak ukur 10–15 tahun ke depan, dan Sipadu akan menjadi mini big data bagi kader-kader IPNU IPPNU,” ujarnya. Ia menambahkan, “Merawat data hari ini berarti merancang masa depan yang lebih baik.”Ia juga mengapresiasi PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah yang menggagas penguatan sistem Sipadu serta tim penggerak komisariat. Menurutnya, arah penguatan ini sejalan dengan kebutuhan organisasi untuk menata kaderisasi secara lebih terukur. Muhaimin menyebut meritokrasi di tubuh IPNU-IPPNU dapat berfungsi sebagai mekanisme penyambung “sanad kaderisasi”, sehingga proses pembinaan tidak berhenti pada seremonial.
Pada kesempatan itu, Muhaimin memberikan mandat kepada kader agar visi-misi organisasi dijalankan secara nyata melalui program kerja yang relevan. Selain itu, ia mendorong kader mulai melakukan profiling diri sebagai bekal menata masa depan mereka, baik dalam jalur organisasi maupun pengembangan pribadi.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhaimin juga mengingatkan agar kaderisasi tidak terjebak pada simbol dan formalitas belaka. “Kaderisasi adalah ruang strategis. Jangan hanya menilai dari jumlah peserta, tetapi fokus pada kualitas pembinaan,” pungkasnya.
Melalui Turba Bimtek Sipadu dan Penguatan Komisariat ini, panitia berharap sistem pencatatan kader semakin rapi, kapasitas tim penggerak komisariat meningkat, serta lahir generasi kader IPNU-IPPNU yang lebih siap menghadapi tantangan ke depan. (fad)








