Ketegangan Memanas, Bentrokan Thailand–Kamboja Meluas dan Timbulkan Korban Jiwa

- Pewarta

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara Kerajaan Thailand sedang memeriksa daerah perbatasan di Provinsi Ubon Ratchathani. (Istimewa/Wawasannews)

Tentara Kerajaan Thailand sedang memeriksa daerah perbatasan di Provinsi Ubon Ratchathani. (Istimewa/Wawasannews)

BANGKOK, Wawasannews.com – Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali meningkat setelah bentrokan meluas ke wilayah sengketa baru pada Selasa (9/12/2025). Kekerasan yang pecah sejak akhir pekan lalu telah menelan sedikitnya 10 korban jiwa dan memaksa lebih dari 140.000 warga sipil mengungsi dari daerah terdampak.

 

Mengutip laporan China Daily, Rabu (10/12/2025), kedua negara saling menyalahkan atas eskalasi konflik yang mengakar dari sengketa perbatasan berusia lebih dari satu abad. Pada Senin (8/12/2025), militer Thailand melancarkan serangan udara dan mengerahkan sejumlah tank untuk menggempur posisi Kamboja.

 

Presiden Senat Kamboja, Hun Sen, menegaskan bahwa negaranya telah melakukan serangan balasan setelah sebelumnya menahan diri selama dua hari. Bentrokan yang makin meluas ini memicu kekhawatiran internasional mengingat lokasi konflik berada di sekitar kawasan candi-candi bersejarah, termasuk Candi Preah Vihear yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

 

Sejak Minggu (7/12/2025), puluhan ribu warga dari tiga provinsi perbatasan Kamboja telah dievakuasi. Pemerintah Kamboja menyebut tujuh warganya tewas dalam rentetan serangan pekan ini, dengan sekitar 20 lainnya mengalami luka-luka akibat tembakan dan ledakan di wilayah nasional mereka.

 

Sementara itu, Thailand melaporkan tiga prajuritnya gugur sejak Senin (7/12/2025) akibat tembakan tidak langsung di Provinsi Surin serta ledakan granat di sekitar area Candi Preah Vihear. Otoritas Thailand juga menuding Kamboja memicu ketegangan dengan mengerahkan drone untuk memprovokasi pasukan mereka, sehingga operasi militer besar-besaran kembali digencarkan.

 

Hingga saat ini hampir 500 lokasi penampungan sementara telah berdiri di berbagai provinsi perbatasan, menampung lebih dari 125.000 warga yang melarikan diri dari zona pertempuran. Konflik yang kembali berkobar ini memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta potensi kerusakan pada situs-situs budaya bernilai tinggi. (Mdn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

456 Siswa SMA NU 05 Brangsong Ikuti Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Brangsong 1
Disperinaker Kendal Siapkan SDM Kompeten, 80 Peserta Ikuti Pelatihan Gratis Las dan Garmen
PPP Jateng: Pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berdasarkan Evaluasi Organisasi
DPRD Kendal Dorong APBD 2027 Berpihak pada Layanan Kesehatan dan Penanganan Stunting
Ngopi Bareng FKUB, Dandim Kendal Perkuat Sinergi Lintas Agama Demi Kondusivitas Wilayah
Mahfud Sodiq Ajak Pemuda Kendal Terus Berinovasi di Hari Sumpah Pemuda
Tak Perlu Jauh Urus Izin TKA, Beranda Imigrasi Hadir Langsung di KEK Kendal
DPRD Kendal Apresiasi Perjuangan Atlet Porprov, 13 Emas Diraih dalam Dua Hari

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:05

456 Siswa SMA NU 05 Brangsong Ikuti Cek Kesehatan Gratis Bersama Puskesmas Brangsong 1

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:36

Disperinaker Kendal Siapkan SDM Kompeten, 80 Peserta Ikuti Pelatihan Gratis Las dan Garmen

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:21

PPP Jateng: Pemberhentian Agus Suparmanto dan Taj Yasin Berdasarkan Evaluasi Organisasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:14

DPRD Kendal Dorong APBD 2027 Berpihak pada Layanan Kesehatan dan Penanganan Stunting

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:00

Mahfud Sodiq Ajak Pemuda Kendal Terus Berinovasi di Hari Sumpah Pemuda

Berita Terbaru

Secret Link