JAKARTA, Wawasannews – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah pejabat tinggi negara di kediamannya, kawasan Kertanegara, Jakarta, Minggu (9/11/2025) sore. Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden menerima laporan terkini mengenai situasi pertahanan nasional serta hasil peninjauan lapangan terkait Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Bangka Belitung.
“Beliau ingin mendapatkan update tentang masalah pertahanan dan laporan sekembalinya para pejabat dari Morowali, seperti halnya di Bangka Belitung,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu malam.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Prasetyo, Satgas PKH telah mulai menertibkan tambang-tambang ilegal di sejumlah wilayah. “Satgas ini fokus menata kembali kawasan hutan dan menertibkan sumber daya alam kita yang dikelola secara ilegal. Tadi mereka melaporkan langsung kepada Bapak Presiden,” tambahnya.
Dalam rapat terbatas berikutnya bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden Prabowo juga membahas perkembangan penyelidikan kasus ledakan di SMA 72 Jakarta Utara yang terjadi pada Jumat (7/11/2025). Kepala Negara mengapresiasi langkah cepat Polri dalam menangani insiden tersebut.
“Beliau menyampaikan terima kasih karena penanganan terhadap korban dilakukan dengan sangat cepat, begitu pula pengamanan TKP dan penyelidikan. Tapi beliau juga menekankan bahwa ini menjadi peringatan bagi kita semua,” kata Prasetyo.
Selain itu, Presiden juga menggelar rapat dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Dalam rapat tersebut, dibahas finalisasi nama-nama tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, yang rencananya akan diumumkan pada Senin (10/11/2025) bertepatan dengan Hari Pahlawan. (zdl)








