Indonesia–Rusia Sepakati Kerja Sama Strategis di Sektor Infrastruktur dan Kemaritiman

- Pewarta

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai Patrushev usai menandatangani kesepakatan kerja sama bilateral di bidang kemaritiman, Jakarta, 6 November 2025. (wawasannews)

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai Patrushev usai menandatangani kesepakatan kerja sama bilateral di bidang kemaritiman, Jakarta, 6 November 2025. (wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa Indonesia dan Rusia telah menyepakati peningkatan kerja sama bilateral di sektor infrastruktur dan kemaritiman. Kesepakatan tersebut bertujuan memperkuat pembangunan konektivitas maritim sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Kesepakatan ini diumumkan usai pertemuan antara AHY dan Penasihat Kepresidenan Rusia sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia, Nikolai Patrushev, dalam Konsultasi Bilateral Kerja Sama Infrastruktur dan Konektivitas Maritim di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (6/11/2025).

“Selama lebih dari tiga jam kami berdiskusi secara intensif. Akhirnya kami menyimpulkan dan menyepakati sebuah memorandum of understanding yang mencakup enam butir penting,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta.

Baca Juga  Mahfud Sodiq Apresiasi Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut AHY, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Di sisi lain, Rusia memiliki pengalaman dan kemajuan teknologi tinggi di sektor maritim yang dapat menjadi mitra strategis.
“Itu adalah salah satu kekuatan Rusia yang sudah diakui dunia, terutama dalam hal teknologi perkapalan dan inovasi maritim,” tambahnya.

Melalui kerja sama ini, pemerintah menargetkan kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dapat meningkat hingga 9,1 persen pada tahun 2029. Selain sektor ekonomi, kerja sama juga mencakup bidang pertahanan, riset, serta misi kemanusiaan.

Enam poin kesepakatan tersebut meliputi:

  1. Peningkatan kapasitas angkutan laut melalui alih teknologi dan transisi energi.

  2. Pengembangan pelabuhan berkelanjutan.

  3. Kolaborasi ilmiah dan teknis di sektor maritim.

  4. Penguatan industri galangan kapal nasional.

  5. Program pendidikan dan pelatihan maritim terpadu.

  6. Pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Baca Juga  PBB Desak Kamboja–Thailand Hentikan Eskalasi Bentrokan Bersenjata di Perbatasan

Ketua Dewan Maritim Rusia Nikolai Patrushev menyambut baik hasil pertemuan tersebut. “Kami berharap kerja sama ini dapat saling menguntungkan dan berjalan sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani,” ujarnya. (fuad)

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru