SEMARANG, Wawasannews – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjelang pelaksanaan kongres organisasi di Kabupaten Kendal.
Koordinasi tersebut dilakukan melalui audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Gubernuran Jawa Tengah, Selasa (3/11/2026). Pertemuan membahas persiapan Kongres XXI IPNU dan Kongres XX IPPNU yang dijadwalkan berlangsung pada 26–30 November 2026 di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kendal.
Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik rencana penyelenggaraan kongres tersebut. Ia menilai forum tertinggi organisasi pelajar NU itu menjadi ruang konsolidasi, penguatan kaderisasi, sekaligus regenerasi kepemimpinan generasi muda.
Menurutnya, pemerintah provinsi terbuka untuk membangun kerja sama dengan organisasi kepemudaan dan pelajar, termasuk IPNU dan IPPNU.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan IPNU dan IPPNU,” tuturnya.
Ahmad Luthfi juga berharap kongres tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, tetapi mampu melahirkan gagasan dan rekomendasi yang memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan kualitas generasi muda.
“Kami berharap seluruh rangkaian kongres dapat berjalan lancar dan membawa manfaat, baik bagi organisasi maupun masyarakat Jawa Tengah,” imbuhnya.
Ketua Umum PP IPNU, Muhammad Agil Nuruzaman, menjelaskan kongres akan berlangsung selama lima hari. Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta pada 26 November, dilanjutkan pembukaan pada 27 November, kemudian sidang-sidang organisasi hingga pemilihan ketua umum baru.
Agil mengatakan, Jawa Tengah memiliki keterkaitan historis dengan perjalanan IPNU. Organisasi tersebut lahir di Semarang dan sejumlah keputusan penting dalam perjalanan organisasi juga pernah ditetapkan di Jawa Tengah.
“Jawa Tengah memiliki sejarah besar yang bisa dibanggakan dan juga bisa diteruskan serta dilestarikan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, dukungan pemerintah menjadi salah satu unsur penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan kongres. Karena itu, PP IPNU berharap koordinasi dan kolaborasi dapat terbangun dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Kami tidak bisa berdiri sendiri tanpa kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah,” ujarnya.
Agil juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM), terutama dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, IPNU memiliki peran dalam menyiapkan generasi muda melalui penguatan kaderisasi dan pembentukan calon pemimpin yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi bagi masyarakat.
“IPNU dan pemerintah mampu berkolaborasi untuk mencetak kader-kader pemimpin muda baru,” jelasnya. (red)






