JAKARTA, WawasanNews — Kabar duka datang dari keluarga besar Kabupaten Demak. Drs. H. Fathan Subchi, M.AP, Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), meninggal dunia pada Minggu (25/10/2026) dalam usia 56 tahun.
Fathan Subchi mengembuskan napas terakhir di Moskow, Rusia, setelah menjalani operasi jantung akibat kebocoran aorta. Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan dan masa pemulihan pascaoperasi selama beberapa hari.
Kabar wafatnya Fathan Subchi juga telah disampaikan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). DPP PKB menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu kader terbaik partai tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” demikian disampaikan DPP PKB.
Akan Dimakamkan di Desa Betahwalang
Jenazah Fathan Subchi selanjutnya akan dibawa pulang ke Kabupaten Demak. Almarhum akan dimakamkan di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, yang merupakan tanah kelahirannya.
Kepulangan almarhum ke tanah kelahiran menjadi momen haru bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta masyarakat Demak yang mengenal sosok Fathan Subchi.
Sosok yang selama ini berkiprah di tingkat nasional tersebut akan kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
Jejak Panjang dari PMII hingga Politik Nasional
Fathan Subchi merupakan putra Demak yang memiliki perjalanan panjang dalam organisasi, politik, dan kelembagaan negara.
Karier organisasinya tumbuh dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ia pernah menjabat Ketua PC PMII DKI Jakarta periode 1995–1996, sebelum kemudian dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Besar PMII (PB PMII) periode 1997–1998.
Dedikasinya terhadap organisasi kemahasiswaan tersebut terus berlanjut. Pada Februari 2025, Fathan Subchi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) periode 2025–2030.
Di Partai Kebangkitan Bangsa, Fathan juga dikenal sebagai kader yang memiliki perjalanan panjang. Ia pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2015–2019 serta Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan DPP PKB periode 2019–2024.
Ia juga pernah dipercaya menjadi Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada 2013–2014.
Dua Periode Wakili Demak, Kudus dan Jepara di DPR RI
Nama Fathan Subchi semakin dikenal masyarakat ketika berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II, yang meliputi Demak, Kudus, dan Jepara.
Ia duduk sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Selama berada di parlemen, Fathan dipercaya menjalankan tugas di Komisi XI DPR RI, komisi yang membidangi keuangan dan perbankan. Ia bahkan pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi XI.
Pengalaman panjangnya di bidang keuangan dan perbankan kemudian menjadi salah satu perjalanan yang mengantarkannya ke BPK RI.
Pada 17 Oktober 2024, Fathan Subchi dilantik sebagai Anggota VI BPK RI periode 2024–2029.
Dalam posisi tersebut, ia membawahi pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara pada sektor perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Sosok yang Peduli Kesenian Tradisional
Di tengah kesibukannya sebagai politisi dan pejabat negara, Fathan Subchi juga dikenal memiliki perhatian terhadap kesenian tradisional.
Almarhum tergabung dalam komunitas Sahabat Ketoprak dan beberapa kali terlibat dalam kegiatan seni tradisional, termasuk Ketoprak Finansial.
Salah seorang sahabatnya, Eko B. Supriyanto, mengenang Fathan sebagai sosok yang baik dan memiliki kepedulian terhadap kesenian tradisional.
“Pak Fathan orang yang sangat baik. Insya Allah husnul khatimah,” ujar Eko.
Kepergian Fathan Subchi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, sahabat, kader PKB, keluarga besar PMII, serta masyarakat Demak.
Dari perjalanan panjangnya di organisasi, parlemen hingga BPK RI, Fathan Subchi meninggalkan jejak pengabdian yang cukup panjang di tingkat daerah maupun nasional.
Kini, putra Betahwalang itu akan kembali ke tanah kelahirannya untuk mendapatkan penghormatan terakhir.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.






