Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman

- Pewarta

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPW PKB Jawa Tengah Sarif Abdillah (tengah, mengenakan peci hitam dan batik hitam keemasan) bersama Selin Aydın (tengah kiri, mengenakan blazer cokelat) dan jajaran pengurus DPW PKB Jateng usai pertemuan di Semarang. (Istimewa/Wawasannews)

Ketua DPW PKB Jawa Tengah Sarif Abdillah (tengah, mengenakan peci hitam dan batik hitam keemasan) bersama Selin Aydın (tengah kiri, mengenakan blazer cokelat) dan jajaran pengurus DPW PKB Jateng usai pertemuan di Semarang. (Istimewa/Wawasannews)

SEMARANG, Wawasannews.com – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Tengah menerima kunjungan kehormatan dari Selin Aydın, Kepala Staf (Chief of Staff) sekaligus Penasihat Kebijakan dari politisi Partai Hijau (Green Party) Jerman, Tuba Bozkurt, pada Senin (12/10/2026) di Kantor Fraksi PKB DPRD Jawa tengah. Kedatangan Selin Aydın yang didampingi tim dari Universitas Diponegoro (Undip) diterima langsung oleh Ketua DPW PKB Jateng, Sarif Abdillah, beserta jajaran pengurus harian PKB Jawa Tengah di Semarang.

Terungkap dalam kunjungan ini bertujuan untuk memelajari kehidupan sosial dan dinamika politik di Indonesia, khususnya peran PKB dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, sikap dan langkah yang diambil di pemerintahan, serta komitmennya terhadap nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPW PKB Jateng, Sarif Abdillah, menyampaikan posisi PKB sebagai partai nasionalis yang memperjuangkan banyak hal, utamanya perjuangan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan aspirasi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).

Sementara itu Selin Aydın menjelaskan bahwa Partai Hijau di Jerman memiliki irisan dan keterikatan nilai yang erat dengan PKB. Terlebih secara historis, PKB pernah dideklarasikan oleh almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Green Party, yaitu partai yang selain memperjuangkan persoalan kemanusiaan dan kebangsaan, juga konsisten mengawal kelestarian lingkungan hidup.

Soroti Islamofobia, Integrasi Muslim, dan Peluang Kerja Sama Lintas Negara

Dalam paparan narasinya, perwakilan Green Party Jerman tersebut menjelaskan berbagai temuan dan pengalaman terkait dinamika sosial-politik Muslim di Eropa. Perjuangan yang mereka lakukan diawali dari persoalan mendasar mengenai bagaimana cara yang tepat dalam menyikapi maraknya fenomena Islamofobia di tengah masyarakat.

Di Jerman sendiri, tindakan rasisme terhadap umat Muslim kerap kali telah menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari, seperti adanya bentuk percandaan atau olok-olok yang mempermainkan jilbab, jenggot, dan atribut keagamaan lainnya.

Dalam dinamika politik di sana, beberapa warga Muslim memilih untuk bergabung dengan Green Party karena partai ini dinilai memiliki haluan dan prinsip yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Perubahan demografi dalam lima tahun terakhir juga menuntut partai politik untuk menjadi lebih beragam mengingat Jerman telah bertransformasi menjadi negara tujuan bagi para imigran. Saat ini, telah lahir generasi ketiga dari kalangan imigran yang mulai menunjukkan ketertarikan untuk bergabung dengan partai politik yang inklusif, sehingga Green Party menjadi salah satu pilihan utama mereka.

Selain isu lingkungan, Green Party juga menaungi banyak bidang kerja strategis lainnya, termasuk isu perempuan dan kelompok rentan. Salah satu dampak positif dari keterlibatan ini adalah membuat kehadiran masyarakat Muslim di ruang publik politik menjadi jauh lebih terlihat. Hal ini turut mendorong partai-partai politik lain di Jerman untuk mulai belajar dan terbuka dalam menerima kehadiran serta aspirasi umat Muslim maupun para imigran.

Lebih lanjut, Selin Aydın menyoroti adanya perbedaan konsep nasionalisme antara di Eropa dan di Indonesia, di mana di Indonesia nasionalisme dapat berjalan berdampingan secara harmonis dengan basis keagamaan. Menurutnya, umat Islam harus lebih teratur dan rapi lagi dalam memperjuangkan kepentingannya agar tidak terpecah-belah. Terakhir, ia melihat adanya titik temu yang kuat antara Green Party dan PKB, khususnya dalam hal keberpihakan terhadap isu-isu gender dan kemanusiaan, sehingga terbuka peluang yang memungkinkan kedua partai ini untuk menginisiasi kerja sama politik lintas batas negara.

Perkaya Pemahaman Melalui Rangkaian Kunjungan di Jateng

Menanggapi kunjungan ini, Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menyambut dengan sangat hangat dan merasa senang atas kehadiran utusan dari Partai Hijau Jerman tersebut. Ia berharap momentum silaturahmi ini dapat berlanjut pada bentuk kerja sama nyata di masa depan. Menurutnya, pertukaran informasi dan pengalaman mengenai berbagai dinamika serta isu-isu sosial antara PKB dan Partai Hijau Jerman sangat penting untuk memperkuat wawasan politik kedua belah pihak.

Pertemuan yang berlangsung sangat akrab dan penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan agenda makan bersama. Sebagai tanda penghormatan dan persahabatan, acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata dari PKB yang diserahkan langsung oleh Sarif Abdillah kepada Selin Aydın.

Selain bersilaturahmi ke kantor DPW PKB Jateng, rangkaian kunjungan Selin Aydın di Jawa Tengah dijadwalkan akan dilanjutkan ke sejumlah lembaga akademis dan tokoh masyarakat. Ia dijadwalkan melangsungkan kunjungan ke Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan UIN Walisongo Semarang, serta bersilaturahmi dengan Pengasuh Pondok Pesantren API API Tegalrejo Magelang yang juga tokoh kunci PKB, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

Rangkaian kunjungan ini dilakukan untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman mengenai peta politik-sosial di Indonesia, khususnya dinamika politik Islam, yang nantinya akan diboyong sebagai bahan informasi dan masukan strategis bagi Partai Hijau di Jerman.

Pewarta : Redaksi
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah
Sampel Makanan Korban Tak Tersedia, Penyebab Dugaan Keracunan MBG Batang Belum Terungkap
M. Irfan Khamid Tegaskan Kesiapan Jateng Sambut Kongres XXI, Konsolidasi dan Arah IPNU Jadi Sorotan
243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni
Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum
Belajar dari Blora, Kendal Bidik Beras Organik untuk Angkat Ekonomi Petani

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:24

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10

Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:02

Sampel Makanan Korban Tak Tersedia, Penyebab Dugaan Keracunan MBG Batang Belum Terungkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:16

M. Irfan Khamid Tegaskan Kesiapan Jateng Sambut Kongres XXI, Konsolidasi dan Arah IPNU Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Berita Terbaru

Secret Link