KENDAL, Wawasannews – Kabupaten Kendal semakin diperhitungkan sebagai salah satu basis manufaktur berorientasi ekspor. Hal itu ditandai dengan peresmian fasilitas produksi baru PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah, Selasa (6/10/2026).
Pabrik tersebut akan menjadi pusat manufaktur produk Household Insecticides atau produk pembasmi serangga rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia sekaligus mendukung pasar ekspor.
Managing Director & CEO Godrej Consumer Products Aasif Malbari mengatakan, fasilitas di Kendal menjadi bagian dari ekspansi manufaktur Godrej di Indonesia. Perusahaan menilai Kendal memiliki posisi strategis untuk menjangkau pasar domestik sekaligus negara-negara di kawasan regional.
“Kendal adalah langkah besar ke depan bagi kami untuk menargetkan pasar nasional sekaligus regional. Kami meyakini Kendal akan menjadi platform ekspor yang strategis ke negara-negara tetangga,” ujar Aasif saat peresmian pabrik.
Tahap pertama fasilitas produksi tersebut dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektare dari total area GCPI yang mencapai 5,5 hektare di Kendal.
Pabrik ini secara khusus disiapkan untuk memproduksi kebutuhan produk pembasmi serangga rumah tangga. Selain memasok pasar Indonesia, keberadaan fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok ekspor Godrej.
CEO Indonesia & Global Business Transformation Head Godrej Consumer Products Limited Rajesh Sethuraman mengatakan, pemilihan Kendal tidak terlepas dari letaknya yang strategis di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa serta dukungan akses logistik.
Selain itu, status Kendal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dinilai memberikan efisiensi operasional melalui berbagai insentif fiskal.
“Fasilitas baru ini disiapkan untuk merespons dinamika kebutuhan dan ekspektasi konsumen di Indonesia yang terus berkembang,” kata Rajesh.
Godrej juga mencatat penggunaan komponen lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam portofolio produknya saat ini telah mencapai lebih dari 75 persen.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas kemitraan dengan ekosistem industri lokal di Jawa Tengah untuk mendukung kegiatan manufaktur dan ekspor.
Direktur Eksekutif Kawasan Industri Kendal Juliani Kusumaningrum mengatakan, ekspansi Godrej turut memperkuat ekosistem industri di kawasan tersebut.
Menurutnya, keberadaan pabrik baru itu diperkirakan membuka hingga 500 lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal.
“Pembangunan pabrik ini memperkuat ekosistem bisnis di Kendal dan Jawa Tengah. Komitmen Godrej terhadap pengelolaan limbah dan keberlanjutan sumber daya juga membawa standar baru bagi industri manufaktur,” ujar Juliani.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Imam Soejoedi mengatakan, Jawa Tengah menjadi salah satu penopang realisasi investasi nasional.
Pada 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat Rp88,5 triliun. Sementara hingga semester I/2026, realisasi investasi telah mencapai Rp48,5 triliun.
Dari capaian tersebut, Kabupaten Kendal menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total realisasi investasi Jawa Tengah.
Imam mengatakan, pertumbuhan industri di daerah perlu diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar penyerapan tenaga kerja formal semakin optimal.
“Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, realisasi investasi perlu tumbuh sekitar 15 persen per tahun. Pertumbuhan industri di daerah seperti Kendal perlu diimbangi dengan penyediaan SDM berkualitas agar dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja formal makin optimal,” jelasnya.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyambut positif peresmian pabrik Godrej. Menurutnya, investasi baru tersebut turut memperkuat posisi Kendal dalam menopang perekonomian Jawa Tengah.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal tercatat 7,99 persen dengan realisasi investasi mencapai Rp15 triliun. Tren pertumbuhan investasi tersebut berlanjut hingga pertengahan 2026.
“Pemerintah Daerah berkomitmen terus memberikan kemudahan berbisnis bagi para investor melalui pelayanan birokrasi yang cepat dan transparan,” tutur Dyah.
Sementara itu, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty menilai ekspansi Godrej di Kendal menunjukkan kuatnya hubungan ekonomi dan investasi antara Indonesia dan India.(Red)






