**Halmahera, Wawasannews.com** – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono kembali menjadi sorotan nasional setelah erupsi besar terjadi pada Jumat pagi, 8 Mei 2026 sekitar pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik hingga mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak gunung dan menyebabkan situasi darurat bagi para pendaki yang berada di kawasan tersebut.
Peristiwa erupsi ini menimbulkan korban jiwa. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari dua warga negara asing dan satu warga asal Ternate. Selain itu, sejumlah pendaki lainnya sempat terjebak akibat meningkatnya aktivitas vulkanik dan sulitnya jalur evakuasi di sekitar kawah.
Berdasarkan laporan tim gabungan, sekitar 20 pendaki sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah erupsi terjadi. Dari jumlah tersebut, sembilan orang diketahui merupakan warga negara Singapura. Hingga Sabtu, 9 Mei 2026, operasi pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan menggunakan metode pencarian darat serta bantuan drone udara untuk memantau area sekitar kawah.
Tim penyelamat mengungkapkan bahwa lokasi dua warga asing telah terdeteksi berada sekitar 20 hingga 30 meter dari kawah utama. Namun proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal karena kondisi medan yang ekstrem serta aktivitas vulkanik yang masih tinggi dan berbahaya bagi petugas.
Selain korban meninggal dunia, sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka akibat paparan material vulkanik dan kondisi evakuasi yang sulit. Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis di pos darurat yang disiapkan pemerintah daerah bersama tim relawan.
Sementara itu, status Gunung Dukono saat ini masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut aktivitas gunung mengalami peningkatan sejak 29 Maret 2026 dengan rata-rata puluhan erupsi terjadi setiap harinya.
Sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, Gunung Dukono diketahui terus mengalami aktivitas erupsi sejak tahun 1933 hingga sekarang. Pemerintah dan petugas vulkanologi pun mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati radius 4 kilometer dari kawah utama sampai kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung hingga saat ini, meski terkendala cuaca, abu vulkanik tebal, serta aktivitas erupsi yang belum stabil.









