JAKARTA, Wawasannews.com – PBVSI resmi memperkenalkan format baru pada babak final Proliga 2026 dengan sistem three winning set, yang membuat laga puncak kompetisi bola voli nasional tersebut berlangsung lebih kompetitif, panjang, dan sarat strategi. Format ini berbeda dari musim sebelumnya karena final tidak lagi ditentukan dalam satu pertandingan, melainkan dalam skema maksimal tiga laga untuk menentukan siapa yang benar-benar layak menjadi juara.
Di kutip dari antaranews.com, Wakil Ketua Proliga, Reginald Nelwan, menjelaskan bahwa sistem baru ini dirancang untuk meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memberikan ruang pembuktian yang lebih adil bagi setiap tim finalis. Dalam format ini, tim yang lebih dulu meraih dua kemenangan akan langsung dinobatkan sebagai juara, sehingga pertandingan bisa saja hanya berlangsung dua hari apabila salah satu tim mendominasi.
Namun, apabila setelah dua pertandingan kedudukan imbang 1-1, maka laga penentuan akan dilanjutkan hingga hari ketiga. Sistem serupa juga diterapkan pada perebutan tempat ketiga, sehingga seluruh pertandingan penutup Proliga 2026 dipastikan menghadirkan tensi tinggi dan persaingan yang lebih panjang dari biasanya.
Dari sektor putra, partai final kembali menghadirkan duel klasik yang sudah dinantikan banyak penggemar, yakni Jakarta LavAni menghadapi Jakarta Bhayangkara Presisi. Pertemuan dua tim kuat ini diprediksi kembali menyajikan laga berkelas dengan adu strategi dan kekuatan pemain terbaik nasional.
Sementara di sektor putri, Jakarta Pertamina Enduro sebagai juara bertahan akan berhadapan dengan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Pertandingan ini diperkirakan menjadi ajang pembuktian konsistensi Pertamina Enduro sekaligus kesempatan bagi Gresik Phonska untuk mencetak sejarah baru.
Seluruh rangkaian final Proliga 2026 dijadwalkan berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada 24 hingga 26 April. Sedangkan perebutan tempat ketiga akan digelar lebih awal pada 21 hingga 23 April.
Dengan format baru ini, final Proliga dipastikan tidak hanya menjadi ajang penentuan juara, tetapi juga pertunjukan ketahanan fisik, mental, dan kecerdasan taktik para pemain serta pelatih dalam menghadapi tekanan pertandingan beruntun.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi









