Kendal Hasilkan 437 Ton Sampah per Hari, 100 Ton Akan Diolah Jadi Energi di Semarang

- Pewarta

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Coffee morning DLH bersama Diskominfo Kendal dan Forwaken. Foto : Wawasannews.com

Coffee morning DLH bersama Diskominfo Kendal dan Forwaken. Foto : Wawasannews.com

KENDAL, Wawasannews.com -Volume sampah di Kabupaten Kendal mencapai 437 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 191 ton masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Darupono, dan sebanyak 100 ton di antaranya direncanakan akan dikirim ke Kota Semarang untuk diolah menjadi refuse derived fuel (RDF).

Rencana tersebut mengemuka dalam kegiatan coffee morning yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal bersama Forwaken dan Diskominfo Kendal di teras kantor DLH, Jumat (10/4/2026).

Kepala Diskominfo Kendal, Ardhi Prasetyo, menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi isu yang terus berkembang di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kendal.

“Melalui kegiatan ini pemerintah daerah mulai membahas sistem pengolahan sampah yang akan diterapkan ke depan,” ujarnya.

Baca Juga  Menbud Fadli Zon Dorong Jagung Bose dan Se’i Sapi Jadi Sumber Pangan Nasional

Sementara itu, Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto, menjelaskan bahwa pengiriman 100 ton sampah ke Semarang merupakan bagian dari kerja sama dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah aglomerasi Semarang yang mencakup Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Menurutnya, tidak seluruh sampah akan dibuang ke TPA. Dalam konsep yang disiapkan, hanya residu yang akan ditimbun di TPA, sementara sampah lainnya akan diolah di tingkat hilir, seperti di desa dan kelurahan.

Selain pengolahan menjadi RDF, DLH Kendal juga menyiapkan teknologi pirolisis sebagai alternatif pengolahan sampah. Metode ini menggunakan pemanasan suhu tinggi tanpa oksigen untuk mengurai material organik, berbeda dengan insinerator yang membakar sampah secara langsung.

Baca Juga  Operasi SAR Longsor Banjarnegara Dihentikan, 17 Korban Ditemukan dan 11 Masih Hilang

DLH Kendal juga tengah menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak alternatif bernama Petasol. Rencana tersebut akan diawali dengan pembangunan proyek percontohan di Desa Margorejo, Kecamatan Patebon.

Aris menegaskan, ke depan pengelolaan sampah akan difokuskan dari sumbernya, sehingga tidak seluruhnya bergantung pada TPA. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan sampah serta meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kabupaten Kendal.

 

Pewarta : Zidnal Muna

Editor : Riyadi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri
Tunggakan Lunas, SPPG Protomulyo Diharapkan Segera Beroperasi Kembali
Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah
Kwarcab Kendal Lantik Mabiran dan Kwaran Ringinarum, Soroti Tantangan AI dalam Pramuka
PDKN Genap 11 Tahun: Refleksi dan Arah Gerak di Era Disrupsi
KPK Dorong Pemkab Kendal Perkuat Integritas ASN Cegah Korupsi
Polres Kendal Gelar AI Ready ASEAN, Libatkan Pelajar Tingkatkan Literasi Digital
Perbaikan Pantura Kendal Dimulai 13 April, Arus Lalu Lintas Terdampak hingga 45 Hari

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:26

Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri

Jumat, 10 April 2026 - 16:59

Kendal Hasilkan 437 Ton Sampah per Hari, 100 Ton Akan Diolah Jadi Energi di Semarang

Jumat, 10 April 2026 - 16:15

Tunggakan Lunas, SPPG Protomulyo Diharapkan Segera Beroperasi Kembali

Jumat, 10 April 2026 - 15:15

Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah

Jumat, 10 April 2026 - 13:55

Kwarcab Kendal Lantik Mabiran dan Kwaran Ringinarum, Soroti Tantangan AI dalam Pramuka

Berita Terbaru