Rupiah Masih Tertekan, BI Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga di Level 6 Persen

- Pewarta

Rabu, 15 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (ketiga kiri) berbincang dengan Deputi Gubernur Juda Agung (dari kiri), Deputi Gubernur Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, Deputi Gubernur Doni Primanto Joewono, dan Deputi Gubernur Aida S. Budiman di sela-sela konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (ketiga kiri) berbincang dengan Deputi Gubernur Juda Agung (dari kiri), Deputi Gubernur Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, Deputi Gubernur Doni Primanto Joewono, dan Deputi Gubernur Aida S. Budiman di sela-sela konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Kamis (19/1/2023

JAKARTA, WawasanNews – Mengutip laporan dari Kompas.com, Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan BI Rate pada posisi 6 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2025.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyebutkan bahwa langkah ini dipilih untuk merespons tekanan yang terus terjadi pada nilai tukar rupiah serta minimnya arus modal masuk.

“Dalam waktu dekat, pergerakan rupiah masih akan banyak dipengaruhi oleh sentimen kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden terpilih Donald Trump. Kebijakan tersebut memperkuat dolar AS terhadap mata uang global,” kata Josua.

Ia juga mengungkapkan bahwa indeks dolar sepanjang 2024 telah meningkat sebesar 7 persen, dan tren penguatan ini terus berlanjut hingga awal 2025, bahkan telah melampaui angka 110.

Baca Juga  Respons Longsor Yudistira Regency, Disperkim Kendal Perketat SOP Pembangunan

Selain itu, Josua menjelaskan bahwa penguatan dolar AS sejalan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun. Sepanjang 2024, imbal hasil ini naik sebesar 69 basis poin (bps) ke angka 4,57 persen, dan terus meningkat hingga awal 2025 dengan tambahan kenaikan 21 bps menjadi 4,78 persen.

Nilai tukar rupiah yang kini bertahan di atas Rp 16.000 per dolar AS menggambarkan tantangan berat yang dihadapi baik dari sisi ekonomi global maupun domestik. Menurut Josua, pelemahan rupiah ini terutama dipicu oleh kebijakan moneter The Fed yang masih bersifat hawkish, meskipun ada penyesuaian berupa penurunan suku bunga di AS.

Baca Juga  Pemkab Kendal Tunggu Aturan Resmi WFH ASN, Bupati Tegaskan Disiplin Pegawai

“Langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan adalah upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global,” imbuhnya.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati dan mengikuti perkembangan ekonomi dunia yang dapat berdampak langsung pada nilai tukar rupiah dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Harga Plastik Melonjak, Usaha Katering dan Es Teh Jumbo di Kendal Mulai Tertekan
Ribuan Alumni Haji Muhammadiyah Kendal Halalbihalal, Perkuat Ukhuwah dan Kemabruran
Sekum PP IPNU Agus Suherman Tanjung: Isu Makar Jadi Ancaman Nyata, Masyarakat Diminta Waspada
PSIS Semarang Bidik Kemenangan di Kandang Persiku Kudus
Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri
Kendal Hasilkan 437 Ton Sampah per Hari, 100 Ton Akan Diolah Jadi Energi di Semarang
Tunggakan Lunas, SPPG Protomulyo Diharapkan Segera Beroperasi Kembali
Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 13:25

Harga Plastik Melonjak, Usaha Katering dan Es Teh Jumbo di Kendal Mulai Tertekan

Senin, 13 April 2026 - 12:52

Ribuan Alumni Haji Muhammadiyah Kendal Halalbihalal, Perkuat Ukhuwah dan Kemabruran

Sabtu, 11 April 2026 - 23:03

Sekum PP IPNU Agus Suherman Tanjung: Isu Makar Jadi Ancaman Nyata, Masyarakat Diminta Waspada

Sabtu, 11 April 2026 - 17:56

PSIS Semarang Bidik Kemenangan di Kandang Persiku Kudus

Jumat, 10 April 2026 - 20:26

Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri

Berita Terbaru