KENDAL, Wawasannews – Sebanyak 129 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat tercatat di Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Untuk memperkuat penanganannya, Kecamatan Ringinarum membentuk tim lintas sektor melalui inovasi Siaga Jiwa (Sinergi Informasi, Aksi, Gerakan dan Advokasi Jiwa).
Inovasi tersebut diluncurkan di Ruang Abdi Praja Setda Kendal, Senin (21/9). Tim Siaga Jiwa melibatkan berbagai unsur, mulai dari kecamatan, puskesmas, kepolisian, TNI, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, organisasi kemasyarakatan, kepemudaan hingga karang taruna.
Sekretaris Kecamatan Ringinarum Ari Rostina selaku penggagas Siaga Jiwa mengatakan, pembentukan tim tersebut dilakukan karena penanganan ODGJ selama ini cenderung berjalan secara terpisah dan dilakukan setelah kasus terjadi.
“Kalau sebelumnya penanganan itu terpisah, biasanya setelah terjadi kasus baru ditangani. Koordinasinya kurang. Jadi Siaga Jiwa ini nanti membentuk tim kolaborasi lintas sektoral,” kata Ari.
Menurutnya, setiap unsur dalam tim memiliki tugas sesuai perannya masing-masing. Pembagian tugas tersebut akan diatur melalui standar operasional prosedur (SOP), sehingga koordinasi dalam penanganan ODGJ dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kerjanya secara sinergi bersama-sama melalui SOP yang ada. Siapa melakukan apa, itu nanti ada SOP-nya,” terangnya.
Siaga Jiwa juga akan mendukung program kesehatan yang telah berjalan di puskesmas, termasuk pengembangan posyandu yang berkaitan dengan kesehatan jiwa.
Dalam pelaksanaannya, puskesmas akan menangani aspek kesehatan, sedangkan tim Siaga Jiwa memperkuat koordinasi dan penanganan dari sisi kesehatan jiwa dengan melibatkan berbagai unsur di tingkat kecamatan hingga desa.
Ari mengatakan, keberadaan tim tersebut diharapkan dapat mempercepat tindak lanjut ketika ditemukan kasus ODGJ di desa. Penanganan akan disesuaikan dengan hasil observasi terhadap kondisi masing-masing kasus.
“Semua kasus ODGJ dapat tertangani dengan cepat. Kalau di masing-masing desa ada kejadian atau kasus ODGJ, tim Siaga Jiwa akan konsisten, cepat, tepat dalam penanganannya,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, Ringinarum menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan ODGJ. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 129 ODGJ berat di wilayah tersebut.
“Teman-teman Ringinarum ini yang menggagas inovasi Siaga Jiwa, Sinergi Informasi, Akses, Pelayanan dan Advokasi Jiwa. Ini tentunya sebagai wujud untuk kolaborasi lintas sektor dengan penjaga ODGJ di Kabupaten Kendal,” ujar Bupati Tika.
Bupati berharap kolaborasi yang melibatkan kecamatan, pemerintah desa, organisasi, lembaga, OPD terkait dan masyarakat tersebut dapat berjalan dengan baik dalam memperkuat pelayanan bagi ODGJ di Ringinarum.
“Harapannya kolaborasi lintas sektor ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Red)






