Garda Bangsa Jateng Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Kholid: Amanat Reformasi Harus Dijaga

- Pewarta

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Tengah, Kholid Abdillah. (Dok.  Garda Bangsa Media)

Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Tengah, Kholid Abdillah. (Dok. Garda Bangsa Media)

SEMARANG, Wawasannews.com – Wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian kembali mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Komisi III DPR RI yang digelar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta. Namun, Komisi III DPR RI menegaskan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia sesuai amanat reformasi.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman saat membacakan kesimpulan rapat kerja bersama Kapolri dan para Kapolda se-Indonesia. Komisi III menilai, posisi Polri langsung di bawah Presiden merupakan pilihan konstitusional yang tidak perlu diubah.

Sikap DPR tersebut mendapat respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Jawa Tengah, Kholid Abdillah, mengapresiasi jalannya RDP yang dinilai telah memberikan kejelasan atas posisi kelembagaan Polri di tengah kembali mengemukanya wacana perubahan struktur.

Baca Juga  Grib Jaya Jateng Bantah Isu Geruduk PKL di KIK, Tegaskan Misi Sosial dan Pembelaan Warga

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“RDP ini penting karena memberikan kepastian. Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden. Itu bukan sekadar pilihan politik, melainkan amanat reformasi yang harus dijaga,” ujar Kholid Abdillah, dalam keterangannya kepada Wawasannews.com, Selasa (27/1/2026).

Menurut Kholid, gagasan menempatkan Polri di bawah kementerian tidak sejalan dengan semangat reformasi yang selama ini berupaya membangun institusi kepolisian yang profesional dan independen. Ia menilai, perubahan struktur tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam sistem ketatanegaraan.

“Jika Polri ditempatkan di bawah kementerian, potensi konflik kepentingan dan tumpang tindih kewenangan akan terbuka. Bahkan bisa memunculkan dualisme kepemimpinan yang berdampak pada kinerja dan stabilitas institusi,” katanya.

Kholid juga mengingatkan bahwa sebelum era reformasi, Polri pernah berada di bawah struktur institusi lain. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi pelajaran penting bahwa independensi kepolisian merupakan syarat utama bagi penegakan hukum yang demokratis dan berkeadilan.

Baca Juga  Upacara Hari Bela Negara di Alun-alun Kendal, Bupati: Bela NKRI Tanggung Jawab Bersama

“Kita tidak boleh mundur ke belakang. Reformasi 1998 sudah menempatkan Polri pada posisi yang tepat, sebagai institusi yang mandiri dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kholid menambahkan bahwa kesepakatan Panitia Kerja (Panja) Reformasi Kepolisian–Kejaksaan–Peradilan Komisi III DPR RI merupakan bentuk penghormatan nyata terhadap amanat reformasi.

“Dengan adanya kesepakatan Panja tersebut, keputusan Komisi III ini bukan sekadar pilihan politik jangka pendek, tetapi mencerminkan komitmen untuk menjaga arah reformasi sesuai mandat sejarah bangsa,” ujarnya.

Menurut Kholid, keputusan tersebut juga tepat karena mengembalikan fokus reformasi Polri pada persoalan yang lebih substansial. Ia menilai tantangan utama kepolisian saat ini tidak terletak pada perubahan struktur kelembagaan, melainkan pada pembenahan kultur organisasi, peningkatan profesionalisme, integritas, serta akuntabilitas institusi.

Baca Juga  Pria Ditemukan Tewas Tergantung dengan Pisau Tertancap di Dada di Perumahan Sabrina Boja

“Mengubah posisi struktural Polri tidak serta-merta menyelesaikan persoalan. Bahkan, langkah itu berisiko mengalihkan perhatian dari agenda pembenahan yang sesungguhnya, seperti reformasi kultur dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” katanya.

Kholid juga menekankan pentingnya prinsip civilian police dalam reformasi kepolisian. Konsep tersebut, kata dia, menegaskan bahwa Polri merupakan institusi sipil yang bertugas melindungi dan melayani masyarakat, berbeda dengan pendekatan militeristik.

“Polri harus berfungsi sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Karena itu, penempatan kelembagaannya harus mendukung prinsip tersebut, bukan justru menyeret Polri ke dalam kepentingan birokrasi atau politik tertentu,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus mendukung konsolidasi reformasi Polri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi struktural, tetapi juga kultural dan profesionalisme.

“Jika reformasi ini dijaga bersama, Polri akan semakin kuat, akuntabel, dan mampu menjamin rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Kholid. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Dewan Pers Pastikan Platform Digital Jalankan Perpres 32 Tahun 2024
Dugaan Intimidasi Pedagang Es, Kawan Indonesia Minta Panglima TNI dan Kapolri Bertindak
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Pulau Jawa, Getaran Terasa hingga Lombok
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Ditjen Pajak dalam Kasus Manipulasi PBB PT Wanatiara
Bersama Bhayangkari, Polres Kendal Salurkan Menu MBG di SDN Tambakrejo
Tanggul Kali Bodri Tergerus, Polisi dan Pemdes Pasang Tanda Bahaya
Perkuat Karakter Mahasiswa, UIN Palembang Hadirkan Orang Tua Wali Mahasiswa KIP Kuliah
BNPB dan BPBD Jateng Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Gunung Slamet untuk Tekan Risiko Banjir

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:41

Dewan Pers Pastikan Platform Digital Jalankan Perpres 32 Tahun 2024

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:01

Dugaan Intimidasi Pedagang Es, Kawan Indonesia Minta Panglima TNI dan Kapolri Bertindak

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:20

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Pulau Jawa, Getaran Terasa hingga Lombok

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:31

Bersama Bhayangkari, Polres Kendal Salurkan Menu MBG di SDN Tambakrejo

Selasa, 27 Januari 2026 - 13:18

Garda Bangsa Jateng Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Kholid: Amanat Reformasi Harus Dijaga

Berita Terbaru