MUI Dorong Penguatan Regulasi dan Optimalisasi Dana Abadi Pesantren di Akhir 2025

- Pewarta

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Komisi Pesantren MUI, Basnang Said. (Istimewa/Wawasannews)

Direktur Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama sekaligus Ketua Komisi Pesantren MUI, Basnang Said. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan refleksi akhir tahun 2025 terkait arah pengembangan pesantren di Indonesia. Refleksi tersebut menekankan pentingnya penguatan regulasi serta optimalisasi Dana Abadi Pesantren sebagai fondasi strategis bagi keberlanjutan pesantren nasional.

Refleksi yang bertajuk “Menatap Masa Depan Pesantren melalui Penguatan Regulasi dan Optimalisasi Dana Abadi Pesantren” itu memuat sejumlah catatan kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat peran pesantren dalam pembangunan bangsa, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun pembentukan karakter.

Mengutip laman resmi MUI, Komisi Pesantren menilai implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren masih perlu diperkuat melalui langkah-langkah konkret agar regulasi tersebut tidak berhenti pada tataran normatif.

Baca Juga  PKB Kendal Gelar SKP untuk 100 Pemuda sebagai Langkah Awal Rekrutmen Kader

“Dalam semangat perbaikan berkelanjutan, Komisi Pesantren memandang perlu adanya langkah yang lebih nyata, terutama dalam implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren,” demikian pernyataan tertulis Komisi Pesantren di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Komisi Pesantren mengapresiasi meningkatnya perhatian pemerintah terhadap pesantren sejak hadirnya undang-undang tersebut. Pesantren dinilai konsisten berperan dalam menjaga moralitas, membangun karakter bangsa, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Meski demikian, Komisi Pesantren menegaskan bahwa kehadiran negara masih perlu diperkuat secara berkelanjutan, khususnya dalam menjamin kepastian dukungan pendanaan bagi pesantren di berbagai daerah.

Dalam refleksi tersebut, Komisi Pesantren menyoroti optimalisasi Dana Abadi Pesantren sebagai aspek strategis pertama. Dana ini dinilai masih membutuhkan kejelasan posisi, nomenklatur, serta skema pengelolaan yang lebih mandiri dan tepat sasaran sesuai kekhasan pesantren.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polsek Weleri Sambangi Warga dan Sosialisasikan Ketahanan Pangan

Aspek kedua yang disoroti adalah kepastian mekanisme dukungan pendanaan. Tata kelola yang transparan dan berkelanjutan dinilai penting agar manfaat Dana Abadi Pesantren dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh pesantren di wilayah pelosok.

Pemanfaatan dana tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta penguatan kapasitas kelembagaan.

Sementara aspek ketiga berkaitan dengan harmonisasi lintas sektor. Komisi Pesantren mendorong adanya sinkronisasi regulasi antar kementerian dan lembaga agar kebijakan terkait pesantren berjalan selaras.

Pesantren diharapkan terus diposisikan sebagai mitra strategis negara dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (zdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri
Kendal Hasilkan 437 Ton Sampah per Hari, 100 Ton Akan Diolah Jadi Energi di Semarang
Tunggakan Lunas, SPPG Protomulyo Diharapkan Segera Beroperasi Kembali
Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah
Kwarcab Kendal Lantik Mabiran dan Kwaran Ringinarum, Soroti Tantangan AI dalam Pramuka
PDKN Genap 11 Tahun: Refleksi dan Arah Gerak di Era Disrupsi
KPK Dorong Pemkab Kendal Perkuat Integritas ASN Cegah Korupsi
Polres Kendal Gelar AI Ready ASEAN, Libatkan Pelajar Tingkatkan Literasi Digital

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:26

Kunjungi Tambakberas, Menko Pangan Dorong Percepatan MBG di Pesantren, Perkuat Akses Gizi Santri

Jumat, 10 April 2026 - 16:59

Kendal Hasilkan 437 Ton Sampah per Hari, 100 Ton Akan Diolah Jadi Energi di Semarang

Jumat, 10 April 2026 - 16:15

Tunggakan Lunas, SPPG Protomulyo Diharapkan Segera Beroperasi Kembali

Jumat, 10 April 2026 - 15:15

Menkop Dorong Penguatan Permodalan Kopdes Merah Putih di Papua Tengah

Jumat, 10 April 2026 - 13:55

Kwarcab Kendal Lantik Mabiran dan Kwaran Ringinarum, Soroti Tantangan AI dalam Pramuka

Berita Terbaru