Komisi X DPR RI Usulkan Sejarah dan Sastra Jadi Mata Pelajaran Wajib

- Pewarta

Jumat, 15 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Minat baca masyarakat.//wawasanNews/adb

Minat baca masyarakat.//wawasanNews/adb

Jakarta, Wawasan News – Seiring dengan pembahasan revisi Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas), Komisi X DPR RI mengusulkan agar mata pelajaran Sejarah dan Sastra dijadikan wajib di semua jenjang sekolah di Indonesia. Usulan ini disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, melalui keterangan tertulis pada Selasa (12/8/2025).

Bonnie menekankan pentingnya mata pelajaran Sejarah dan Sastra untuk meningkatkan gairah membaca, kreativitas berpikir, dan kesadaran kognitif siswa. Menurutnya, fenomena brain rot—penurunan kemampuan berpikir kritis akibat konsumsi konten dangkal di media sosial—semakin mengkhawatirkan generasi muda. Ia menambahkan, konten yang tidak merangsang kognitif dan algoritma media sosial dapat menurunkan konsentrasi dan imajinasi anak-anak.

Baca Juga  Palang Pintu JPL 54 Purworejo Kendal Resmi Beroperasi, Kades: Kekhawatiran Warga Hilang

Data UNESCO menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya sekitar 0,001%, artinya hanya satu dari seribu orang yang memiliki minat baca tinggi. Fenomena ini diperparah dengan rendahnya kemampuan literasi di sekolah, terutama di daerah-daerah seperti Serang, Banten dan Buleleng, Bali. Beberapa siswa SMP bahkan kesulitan menulis lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’, sementara di Buleleng tercatat 155 siswa tidak bisa membaca (TBM) dan 208 siswa lainnya tidak lancar membaca (TLM). RRI

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Persentase Minat Baca Masyarakat Indonesia Berdasarkan Data UNESCO”

Bonnie menyarankan Indonesia mencontoh negara-negara maju seperti Skandinavia dan Australia, di mana membaca kembali menjadi kegiatan wajib dan akses media sosial dibatasi untuk anak-anak. Program wajib baca ini dinilai efektif dalam membentuk budaya literasi yang kuat sejak dini dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis generasi muda.

Baca Juga  Dari Sore hingga Malam, Golkar Kendal Bergerak Salurkan Bantuan Banjir

Selain itu, Bonnie mendorong Perpustakaan Nasional untuk lebih proaktif. Tidak cukup sekadar program simbolis, tetapi perlu tindakan nyata seperti menyediakan buku, ruang baca yang nyaman, dan program literasi yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini penting untuk membangun generasi dengan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis yang tinggi. perpusnas.go.id

Dengan usulan ini, Bonnie berharap Indonesia mampu mengembalikan budaya literasi dan memperkuat fondasi pendidikan, sehingga generasi muda memiliki kemampuan berpikir kreatif, kritis, dan mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jelang All England 2026, Fajar/Fikri dan Ben/Sean Saling Apresiasi Usai Latihan Bersama di Inggris
Safari Ramadan di Polres Kendal Perkuat Sinergi Pemkab dan TNI-Polri Jaga Kamtibmas
Pesantren Ramadan SMK Muhammadiyah 2 Boja Perkuat Karakter Religius dan Budi Pekerti Siswa
Kampung Ramadhan 1447 H di RSI Kendal Jadi Destinasi Ngabuburit Favorit Warga
BAZNAS Tegaskan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Duel Panas Madrid vs Benfica Warnai Playoff Liga Champions, Juventus di Ujung Tanduk
King MU Belum Terkalahkan Bersama Carrick, Tapi Standar Tinggi Belum Tercapai
12 Tim Lolos ke 16 Besar Liga Champions 2025/2026, Bodo/Glimt Singkirkan Inter!

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:35

Jelang All England 2026, Fajar/Fikri dan Ben/Sean Saling Apresiasi Usai Latihan Bersama di Inggris

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:26

Safari Ramadan di Polres Kendal Perkuat Sinergi Pemkab dan TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:19

Pesantren Ramadan SMK Muhammadiyah 2 Boja Perkuat Karakter Religius dan Budi Pekerti Siswa

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:55

Kampung Ramadhan 1447 H di RSI Kendal Jadi Destinasi Ngabuburit Favorit Warga

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:26

BAZNAS Tegaskan Dana Zakat, Infak, dan Sedekah Tidak Digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru